0 menit baca 0 %

HIJRIADI ASKODRINA, M.Pd CERAMAH BA DA SUBUH DI MASJID AL-IKHLAS

Ringkasan: Indragiri Hulu (Inmas). Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin.Penyuluh Agama Isla...

Indragiri Hulu (Inmas). Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin.
Penyuluh Agama Islam selain sebagai figur juga berperan sebagai pemimpin masyarakat, sebagai imam dalam masalah agama dan masalah kemasyarakatan serta masalah kenegaraan dalam rangka mensukseskan program pemerintah. Dengan kepemimpinannya, penyuluh agama Islam tidak hanya memberikan penerangan dalam bentuk ucapan-ucapan dan kata-kata saja, akan tetapi mengamalkan dan melaksanakan apa yang dianjurkannya sehingga masyarakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan mengikuti petunjuk dan ajakannya serta memberikan kepercayaan maupun amanah terhadap dirinya.
Selain wajib memiliki kelompok binaan dan memberikan bimbingan/penyuluhan secara kontinyu/berkala, selaku Penyuluh Agama Islam (PAI) juga memberikan peranannya di tengah kehidupan masyarakat, khususnya terkait dengan kegiatan keagamaan Islam.
Memenuhi undangan Ketua Masjid Al-Ikhlas-Rengat, Drs. Abdul Karim, M.Pd.I (urut lima dari sisi kiri/mantan Kakankemenag Kab. Inhu dan purna bhakti Kakankemenag Kota Pekanbaru), maka pada hari Kamis 13 April 2023/22 Ramadhan 1444 H, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Rengat Barat atas nama Hijriadi Askodrina, M.Pd mengisi ceramah agama ba da subuh di Masjid Al-Ikhlas-Rengat, dengan tema Bersyukur Dalam Berpuasa .
Tidak semua orang mendapat kesempatan beribadah di bulan Ramadhan. Setiap Muslim harus selalu mensyukuri nikmat Ramadhan yang banyak memiliki keutamaan dan hikmah, baik rohani maupun jasmani.
Ibadah Ramadhan dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia dalam semua aspek. Mengangkat harkat martabat manusia kepada derajat yang tinggi menjadi orang-orang yang bertaqwa.
Ramadhan itu seakan-akan menjadi sebuah kapal. Allah pertemukan kita untuk naik diatas kapal berlayar untuk menyucikan jiwa, membangun ruh yang memberikan energi untuk menata kesuksesan di hari mendatang, sehingga harus bersyukur kepada Allah SWT.
Bentuk syukur dapat diwujudkan dengan berbagai cara, misalnya  berbagi dengan para mustahik, membangun rumah fakir miskin, membangun rumah dhuafa, memberi makan, minum dan pakaian, serta memberi infaq dan sedekah maupun amalan-amalan lainnya.
Orang-orang yang tidak merasakan datangnya Ramadhan sebagai karunia, maghfirah, sebagai rahmat dan nikmat dari Allah SWT, orang tersebut tergolong orang-orang merugi. dalam berpuasa, ujar Hijriadi Askodrina dalam ceramahnya.
Sangat penting bagi umat Islam untuk bersyukur agar tahun mendatang dapat dipertemukan lagi dengan Bulan Ramadhan. Bisa jadi Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terakhir bagi hidup kita. Karena itu mari kita manfaatkan sebaik mungkin Ramadhan ini dengan bersyukur atas segala nikmat dari Allah SWT, demikian penutup dari ceramah ba da subuh yang disampaikan Hijriadi Askodrina.(tulang)