0 menit baca 0 %

Hilal Tidak Terlihat karena Cuaca, 1 Dzulhijjah Jatuh pada 1 Juli 2022

Ringkasan: Riau (Inmas) - Menjadi salah satu titik penetapan Hilal Awal Dzulhijjah 1443 H/2022 M bersama 85 titik lainnya di Indonesia, Provinsi Riau mengambil lokasi di puncak Hotel Foks Haris Pekanbaru, Rabu (29/6/22).  Menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov.

Riau (Inmas) - Menjadi salah satu titik penetapan Hilal Awal Dzulhijjah 1443 H/2022 M bersama 85 titik lainnya di Indonesia, Provinsi Riau mengambil lokasi di puncak Hotel Foks Haris Pekanbaru, Rabu (29/6/22).  Menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA bersama Kepala BMKG Ruslan dan Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Riau Mukti Ali sebagai narasumber pada Rapat Hisab Rukyat Awal Dzulhijjah 1443 H, dapat dilihat bahwa posisi Hilal untuk wilayah Prov. Riau belum terlihat.  

”tadi sudah kita sampaikan bahwa posisi hilal kita tidak sampai tiga derajat, tetapi dua derajat lebih oleh karena itu tadi sudah dilaksanakan rukyat ternyata posisi kita agak gelap dan rukyat hilal tidak terlihat, kita melaporkan ke kementerian agama pusat yang sekarang sedang berlangsung sadang itsbat, tentu kita berharap mudah mudah nanti sudah ada keputusan apakah tgl 1 Dzul Hijjah besok atau lusa”. Tutur Ka. Kanwil Kemenag Riau.

Lebih lanjut Mahyudin mengatakan dengan telah ditetapkan oleh Pemerintah dimulainya bulan Dzulhijjah masyarakat dapat menghitung jatuhnya tanggal 10 dzulhijjah.

“tentu kita berharap mudah - mudah nanti sudah ada keputusan apakah tanggal 1 Dzulhijjah besok atau lusa, masyarakat bisa menghitung kapan tanggal 10 dzulhijjah sehingga itu menjadi bahagian penting dani bagaimana melaksanakan ibadah di  tanggal10 dzulhijjah.

Belum terlihatnya hilal di Provinsi Riau selain dikarenakan cuaca juga sebagaimana ketetapan MABIMS (Majelis Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) dimana hilal wujud pada posisi 3 Derajat dengan sudut elongasinya 6,4.


“sebagaimana kriteria dari MBIMS yang baru yakni posisi hilal berada pada 3 derajat dengan elongasi 6,4, sementara saat ini di Riau hilal tidak sampai 3 derajat dengan elongasi 4,7, jadi tidak mencukupi kriteria MABIMS yang baru, namun kita tetap menunggu hasil dari siding itsbat Kementerian Agama RI pada sore hari ini dan nanti kita juga akan melaporkan secara tertulis hasil pantauan hilal di pekanbaru – Riau”

Terakhir mahyudin pesan agar masyarakat menerima putusan yang ditetapkan dan jangan jadikan perbedaan sebagai permasalahan.

“Tentu kita berharap bagaimana supaya mengikuti putusan ini dan kalau ada putusan yang berbeda, saya kira jangan jadi perbedaan itu untuk perpecahan kita di masyarakat.

Selaku Kabid Urais H. Agustiar mengatakan bahwa rapat penetapan awal dzulhijja tersebut menghadirkan unsur Pengadilan Tinggi Agama Riau dan BMKG Riau. “mengatakan kemungkinan satu dzulhijjah itu jatuh pada satu juli hari jumat tahun 2022 tapi kita tetap menunggu keputusan siding itsbat menteri agama”

tampak mendampingi Narasumber Kabid urusan Agama Islam H. Agustiar, S. Ag, Analis KebijakanAhli Muda pada Seksi Kemasjidan Hisab dan Rukyat Binsyar Bidang Urais Dr. H. Zul Fadli, Lc. MA, serta diikuti 25 orang peserta.