BENGKALIS (Inmas) - Ikatan
Guru Raudhatul Atfhal (IGRA) dari Kecamatan Bantan dan Bengkalis Bimbingan
Manasik Haji Cilik Akbar yang berlangsung di halaman Masjid Agung Istiqomah
Bengkalis pada Senin (01/12/2023).
Menurut keterangan dari
Ketua IGRA Kecamatan Bengkalis Mufida menyatakan kegiatan Bimbingan Manasik
Haji Cilik tahun 2023 diikuti 231 murid Raudhatul Atfhal (RA) dari 9 sekolah Raudhatul
Atfhal (RA) yang berasal dari Kecamatan Bengkalis dan Bantan seperti RA Ibnu
Khaldun Pedekik, RA Al Muslihin Bengkalis, RA Hj.Khodijah Pangkalan Batang, RA Nurul
Islam Desa Deluk, RA Darun Naim Desa Jangkang, RA Al Jihad Desa Bantan Tua, RA Al
Hidayah Desa Bantan Tengah, RA Qurrotul Ummahat Desa Mentayan dan RA Raudhatul
Ulum Desa Bantan Air.
Bimbingan Manasik Haji Cilik
ini bertujuan memberikan pengetahuan ajaran Islam sejak usia dini khususnya
manasik haji yang merupakan simulasi rangkaian ibadah haji sesungguhnya.
Camat Bengkalis diwakili Kasi
Kesosbud Painiwan, SH menyatakan, Pemerintah Kecamatan Bengkalis menyambut baik
kegiatan manasik haji cilik yang diperkenalkan kepada anak-anak usia dini agar
menjadi bekal iman untuk masa depannya.
“Saya berharap kegiatan ini
dapat terus membekas kepada perilaku dan tindakan anak – anak ini ketika
besar,” pesannya. Diharapkan pula para guru dapat terus mengarahkan anak-anak didiknya
agar menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Sementara Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Bengkalis H. Khaidir saat membuka secara resmi mengatakan kegiatan
manasik haji cilik ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan kepada
anak-anak usia dini akan pelaksanaan ibadah haji.
“Melalui bimbingan manasik
haji cilik selain memperkenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji juga
merupakan alangkah awal untuk mendapatkan pengetahuan dan memperkuat keinginan
untuk memenuhi Rukun Islam yang telah terbangun sejak usia dini,” jelasnya.
Kegiatan Manasik seperti
dalam keadaan haji sebenarnya atau simulasi ini sebagai Pembimbing Haji adalah
Ghufronuddin, Imam Masjid Istiqomah Bengkalis. Dibagi dalam kelompok berbeda,
ratusan anak-anak didampingi guru sekolah secara bergiliran dan berurutan
melakukan satu-persatu rukun haji diiringi do'a.