Bengkalis (Inmas)- Kepala Loka Diklat Keagamaan (LDK) Pekanbaru H.Khrisfison menjadi narasumber pada acara Pelatihan Di wilayah Kerja (PDWK) dengan materi “Sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Terhadap Teknologi”. Pemaparan materi ini bertujuan untuk menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Bengkalis sebagai Penggerak Penguatan Moderasi Beragama di Dunia Digital.
Menurutnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dapat mewariskan situasi pergerakan yang sangat positif namun dibalik itu juga dapat sebagai pemicu suatu hal yang tak lagi linier atau palsu terhadap informasi. Dunia digital dengan mudah dapat menyajikan narasi keagamaan yang bebas akses dan kerapkali dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyuburkan konflik dalam keagamaan.
Oleh kerena itu di haruskan "ASN Kemenag Bengkalis dapat menjadi penggerak penguatan moderasi beragama melalui dunia digital demi menjaga dan melindungi keberagamaan di tanah air," demikian pesan kepala Loka Diklat Keagamaan (LDK) Pekanbaru H.Khrisfison, di aula Kantor Kemenag Bengkalis , jum’at 09 september 2022.
Kemenag dalam beberapa tahun terakhir telah menggulirkan upaya penguatan moderasi beragama. Kebijakan penguatan moderasi beragama telah diarahkan pada upaya membentuk SDM Indonesia secara digital yang berpegang teguh dengan nilai dan esensi ajaran agama, berorientasi menciptakan kemaslahatan umum, dan menjunjung tinggi komitmen kebangsaan.
"Artinya dalam konteks itu, pendekatan layanan Kemenag kepada masyarakat harus dinamis tidak hanya dilakukan dengan cara-cara konvensional tetapi hendaknya dengan mengoptimalkan layanan melalui media digital. Seluruh ASN Kemenag, harus mampu mengisi ruang digital dengan konten-konten moderasi beragama sebagai penyeimbang sekaligus pengarusutamaan informasi di ruang media sosial, baik youtube, fanspage Facebook, twitter, Instagram, dan lainnya," tegasnya.
Terdapat “Soft skills yang idealnya harus dimiliki setiap ASN Kemenag Bengkalis untuk beradaptasi dengan Dunia era digital dalam mengoptimalkan layanan media sosial. yaitu Soft skills yang mencakup aspek information, media, dan technology skills” ucap H.Khrisfison.
Soft skills tersebut harus bisa diterapkan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan ASN di masa sekarang .Dengan begitu, ASN Kemenag dapat melihat peluang dan bekerja secara produktif dalam memberikan pengetahuan terhadap moderasi beragama.
“Dengan demikian, ASN Kemenag Bengkalis akan bisa mengembangkan berbagai kemampuan yang ada pada diri masing-masing dan lebih siap untuk bekerja di era digitalisasi dengan kemampuan baru, inovasi baru, motivasi baru, dan pelayanan baru untuk mengabdi pada negara dan melayani masyarakat”imbuhnya.
Terakhir krisfison juga mengajak kepada seluruh peserta pelantihan ASN Kemenag Bengkalis agar dapat menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penguatan moderasi beragama. Serta diharapkan dapat menjadi motor penggerak moderasi beragama dengan menyampaikan pesan agama yang damai dan toleran dan dapat menjadi contoh dalam sikap moderat baik di ruang nyata serta ruang media sosial.