0 menit baca 0 %

Jadi Narasumber Pelatihan Penguatan Mutu Kepemimpinan, Kasubbag TU Sampaikan Materi Moderasi Beragama

Ringkasan: Bengkalis (Inmas)-Kepala Sub Bagian Tata Usaha  Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Bengkalis H Zulkarnaen  menjadi narasumber pada   Pelatihan Penguatan Mutu Kepemimpinan (PMK) Ormawa di gedung balai diklat BKPP Kab.Bengkalis. Sabtu , 12 November 2022.  Kegiatan yang di ikuti oleh Mahasiswa S...

Bengkalis (Inmas)-Kepala Sub Bagian Tata Usaha  Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Bengkalis H Zulkarnaen  menjadi narasumber pada   Pelatihan Penguatan Mutu Kepemimpinan (PMK) Ormawa di gedung balai diklat BKPP Kab.Bengkalis. Sabtu , 12 November 2022.

  Kegiatan yang di ikuti oleh Mahasiswa STAIN Bengkalis tersebut, Kasubbag TU dalam pemaparan materinya  menyampaikan tentang Moderasi Beragama. 

Dalam hal ini H Zulkarnaen banyak membahas masalah moderasi beragama dari sisi kebahasaan. Menurutnya Moderasi secara Bahasa berasal dari Moderation yang berarti tidak berlebih-lebihan. 

Ia juga  juga mengatakan bahwa Moderasi dalam Bahasa arab sering pula diterjemahkan dengan wasathiyah yang artinya senantiasa memilih jalan tengah. 

Selain itu ,ia juga membekali berbagai macam ilmu tentang wawasan dan pengetahuan moderasi beragama kepada mahasiswa yang sesuai dengan kebutuhan era atau zaman  saat ini agar nantinya dapat  memberi contoh sikap moderat dalam beragama.  

Kemudian,  Kasubbag TU  menyampaikan beberapa materi dakwah yang telah disinergikan dengan visi, misi, serta program, kegiatan maupun kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah Pusat maupun daerah. 

Ia juga mengajak kepada para Mahasiswa  agar senantiasa menjaga dan mengawal jalannya moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat, tujuannya agar kedamaian, keselarasan, dan ketenteraman dalam masyarakat senantiasa tercipta dan terjaga. 

Semoga dengan materi yang di sampaikan para mahasiswa dapat berperan aktif dalam menjaga  rasa persatuan dan kesatuan ummat, dengan menerapkan kehidupan toleransi dan moderasi di tengah-tengah masyarakat. 

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi momentum kita bersama untuk memperkuat dan meningkatkan keterampilan , pengetahuan dan skill untuk menyampaikan pesan-pesan moral keagamaan dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Sehingga mahasiswa benar-benar dapat berperan aktif dalam membangun kehidupan masyarakat yang agamis, bermarwah, maju dan sejahtera”.