0 menit baca 0 %

Jelang Puncak Haji, JCH Bengkalis Kloter 10 BTH Ikuti Kegiatan Visitasi Bimbingan Ibadah

Ringkasan: Bengkalis (Inmas)-Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam Kloter 10 BTH hari ini mengikuti kegiatan Visitasi bimbingan ibadah tentang manasik haji.  Berdasarkan informasi yang dikirimkan oleh petugas haji  Kabupaten Bengkalis H Zulkarnaen pada Jumat, 09 Juni 2023 kegiatan...

Bengkalis (Inmas)-Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam Kloter 10 BTH hari ini mengikuti kegiatan Visitasi bimbingan ibadah tentang manasik haji.  

Berdasarkan informasi yang dikirimkan oleh petugas haji  Kabupaten Bengkalis H Zulkarnaen pada Jumat, 09 Juni 2023 kegiatan ini dilakukan oleh Tim Sektor 4 Mekkah yakni bersama  Dr. KH Miftah Faqih dan Hj Azzah Z, M. Pd bertempat di Hotel Tharawat Al-takwa Sektor 4 Syisyah Mekkah.

Pelaksanaan kegiatan didampingilan oleh  Zul Azmi sebagai ketua kloter dan  pembimbing ibadah H. Zulkarnaen. 

Beliau melaporkan selain Kloter 10 BTH, JCH Kloter 11 BTH juga ikut mengikuti kegiatan Visitasi ini.

 Adapun materi  bimbingan yang di sampaikan oleh Tim adalah pertama  Duyufurrahman merupakan  sebutan bagi tamu Allah SWT dengan segala macam kondisi kualitas Keimanan dan keadaan   setiap orang.  

Kedua, Jalani setiap rangkaian proses ibadah Haji ini dengan ikhlas dan ridho, tidak ada beban selama berada di Madinah dan Makkah dan tidak khawatir menunggu prosesi armuzna dan tetap berpikir positif bahwa doa doa yang panjatkan di ijabah.                                                                        

Ketiga, ada ibadah yang tak dapat dipisahkan, pertama Wajib taat kepada Allah dan Rasul kedua dirikan sholat dan keluarkan zakat.   Ketiga ,  Bersukur kepada Allah  SWT dan berterima kasih kepada orang tua. 

Kemudian yang ke empat ,selama di tanah suci  yang muncul hanyalah  kata kata yang  baik karena  sebagai tamu Allah setiap kata Kata ada yang mengaminkan.     

Dan yang ke lima  Sabar dalam segala aktivitas karena semua kita diuji dan ujian itu akan terasa semakin berat itu jika dilaksanakan bersama suami , istri atau dengan orang terdekat anak dan orang tua. 

Saat berlangsungnya kegiatan terlihat jamaah begitu antusias dalam mengikuti dan menerima ilmu dari tim pembimbing.