Bengkalis (Inmas)– Puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tinggal menghitung hari. Jelang pucak ibadah haji tersebut, antara petugas dan Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bengkalis Kloter 10 BTH saling meningkatkan koordinasi dan mematangkan persiapan.
“Waktunya memang tidak lama lagi, Insyaallah jemaah mulai diberangkatkan ke Arafah sehari sebelum puncak haji, pada 8 Dzulhijjah 1444 H atau 26 Juni 2023,” ujar pembimbing ibadah haji Bengkalis Kloter 10 BTH, H Zulkarnaen, Minggu (18/6/2023).
Dikatakan, menjelang puncak haji tersebut, pihaknya para petugas haji bersama JCH terutama ketua-ketua kloter terus mematangkan persiapan. Di antaranya, piket secara rutin tenaga kesehatan di posko satelit sektor 4 serta visitasi ke para jemaah. Ada dua jemaah yang mengalami gangguan kesehatan dan sempat dirawat tapi sekarang sudah kembali bergabung.
Jemaah tersebut, sambung H Zulkarnaen, atas nama Sogimin dengan indikasi paru-paru sudah kembali dari KKHI bergabung dengan kloter 10 BTH dan dalam kondisi baik setelah sempat empat hari dilakukan perawatan.
Kemudian, jemaah atas nama Tarman dengan gejala tipus, kondisi sudah membaik dan kembali bergabung dengan jemaah kloter 10 BTH. Setelah di rawat 2 hari di posko kesehatan satelit sektor 4.
Rutinitas para jemaah, sambung Zulkarnaen adalah salat berjamaah, zikir, membaca Al-Qur'an, mendengar pengajian, dan ke Masjidil Haram.
Pembimbing ibadah memberikan bimbingan tentang moderasi beragama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kemudian kultum Subuh oleh pembimbing ibadah tentang mensyukuri nikmat Allah dalam segala keadaan kepada jemaah kloter 10 BTH.
H Zulkarnaen mengatakan, para ketua kloter juga diminta untuk melakukan pendataan real jamaah Risti, Lansia berkursi roda dari tanah air, dan jemaah lansia yg butuh penyewaan kursi roda di Arab Saudi.