0 menit baca 0 %

Jemaah Ikuti Edukasi Armuzna, Petugas Harus Saling Koordinasi Atasi Jemaah Nyasar

Ringkasan: Riau - Jemaah haji Riau secara berangsur mulai memasuki kota Makkah al Mukarramah, Kepala Kamtor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau selaku Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara Riau (EHA) Dr. H. Mahyudin, MA, mengatakan "jemaah haji Riau saat ini masih berada di kota Ma...

Riau - Jemaah haji Riau secara berangsur mulai memasuki kota Makkah al Mukarramah, Kepala Kamtor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau selaku Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara Riau (EHA) Dr. H. Mahyudin, MA, mengatakan "jemaah haji Riau saat ini masih berada di kota Madinah menyelesaikan Arbain nya. Baru dua kloter berada di Makkah dan telah memyelesikan rangkaian ibadaj umrah".  

Sementara itu jemaah pada Kloter BTH 06 sedang perjalanan menuju makkah al mukarramah. 

"jemaah kloter BTH - 06  saat ini menuju Makkah. Menyelesaikan arbain pada subuh, jemaah langsung memasuki bis untuk memgambil miqat di bir ali. Jemaah tiba di makkah pada pukul 14.09 WAS dengan tempat menginap di hotel pemondokan tayeb hotel". 

Meski dalam kondisi sehat, jemaah mengalami demam, batuk dan flu akbibat perubahan cuaca di tanah air dengan di arab saudi. Sementara itu terdapat Satu jemaah atas nama sulaiman bin isa harus dilarikan ke KKHI untuk di ambil tindakan. 

" satu jemaah harus di rawat di KKHI untuk dilakukan perawatan medis dan belum bisa dibawa pulang ke pemondokan".

Selain itu aktifitas lain jemaah yang berada di mekkah selain melakukakn ziarah ke berbagai tempat sejarah juga dilakukan pembinaan dan edukasi persiapan menghadapi armuzna. 

"sebagaimana dilaporkan ketua kloter mulai tanggal 7 -8 dzulhijjah makanan tidak disediakan lagi, kepada jemaah agar mempersiapkan perbekalan pribadi untuk menghadapi puncak hari armuzna, jemaah juga akan berjalan kaki kurang lebih 5km karena tidak tersedianya kendaraan dan juga tidak adanya kursi roda, untuk melontar jumrah, para lansia disarankan untuk membadalkannya, karena untuk menjaga kesehatan jemaah lansia tersebut. Hal - hal seperti ini perlu diperhatikan oleh jemaah".

Mahyudin juga berpesan "jika rangkaian ibadah tersebut bisa diwakilkan, manfaatkan peluang, jika yang wajib, petugas agar berkoordinasi untuk mengatasi nya".

Untuk jemaah yang belum memasuki kota mekkah, mereka masih menyelesaikan ibadah arbain dan ziarah kebeberapa tempat di kota madinah.

'saya pesan kepada semua ketua kloter agar saling berkoordinasi, jika terdapat permaslahan dilapangan atau adanya jemaah yang tersesat/nyasar memudahkan untuk mengatasinya. Dan jemaah tidak telantar sampai ditemukan"