0 menit baca 0 %

Jumat berkah, do'akan guru dan yang tertimpa musibah

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas)- Sudah menjadi kegiatan rutin bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir baik PNS maupun Peramu Bhakti setiap Jumat melaksanakan pembacaan Surat Yasin, Taushiyah dan Doa.Bertindak sebagai petugas pada Yasinan kali ini Jumat (25/11/2022), Us...

Rokan Hilir (Inmas)- Sudah menjadi kegiatan rutin bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir baik PNS maupun Peramu Bhakti setiap Jumat melaksanakan pembacaan Surat Yasin, Taushiyah dan Doa.

Bertindak sebagai petugas pada Yasinan kali ini Jumat (25/11/2022), Ust. H. Suhaimi, S.Ag (Kasi Bimas Islam) mewakili Kakankemenag sebagai pengantar Yasinan, Ust. Azmi Azim, M.Pd.I (staf Seksi Penmad) pemandu pembacaan Surat Yasin dan Ust. Taubat Nasuha (staf Seksi PHU) penyampai mauidhotul hasanah sekaligus doa.

Dalam pelaksanaan Yasinan kali ini ada suasana berbeda yang dirasakan oleh jamaah Yasinan. Perihalnya, pengantar yang disampaikan Kasi Bimas Islam sangat menyentuh jiwa terkait dengan peristiwa terjadinya gempa di Kabupaten Cianjur yang menyebabkan ratusan jiwa meninggal, luka-luka, kehilangan tempat tinggal, harta benda, terpisah dengan keluarga dll.

“mereka semua yang tertimpa musibah adalah saudara-saudara kita, baik seiman maupun sebangsa, mari kita doakan bagi yang meninggal dunia, semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka, menerima semua amal ibadah mereka dan memenuhi alam barzakhnya dengan rahmat dan nikmatnya. Yang masih hidup semoga Allah berikan ketabahan dan kesabaran dan semoga Allah menggantikan untuk mereka hari esok yang lebih baik”, pintanya.

Pada kesempatan itu juga ia mengajak untuk bersimpati dengan ikut merasakan apa yang mereka rasakan dan berempati dengan mengulurkan bantuan materil agar dapat meringankan beban mereka.

Selain itu, Karena Jumat kali ini bertepatan dengan Hari Guru Nasional H. Suhaimi juga mengajak kepada jamaah Yasinan agar selalu mengingat jasa-jasa guru, dengan ilmu yang telah ditransfer kepada kita mengantar kita pada keadaan saat ini. Ada yang menjadi ulama, pejabat, pengusaha dll.

Ia juga mengajak agar selalu mendoakan mereka. Jika guru-guru kita masih hidup, semoga Allah berkahi kehidupan mereka dan angkat derajat mereka. Dan baru guru kita yang sudah wafat, semoga Allah tempatkan disisinya pada tempat yng tinggi dan mulia. Lalu H. Suhaimi membacakan sebuah pantun :

“Rendahkan suaramu saat berdebat,

Luruskan temanmu saat bertindak keliru

GURU mungkin bukan orang yang hebat,

Tapi orang-orang yang sekarang hebat pasti karena berkat jasa GURU”.

Pantun yang disampaikan sekaligus mengakhiri kata pengantarnya, sontak membuat jamaah yasin bertepuk tangan yang sebelumnya tertunduk khusu mendengarkan.

Selanjutnya Azmi Azim memandu pembacaan yasin diawali dengan bertawassul kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan kekompakan dalam pembacaan menambah terasa syiar di ruang aula Kantor Kemenag Rohil.

Usai Shodaqollaahul adhim, ust. Taubat Nasuha melanjutkan dengan tausyiah tentang pembagian sabar.

Ia mengatakan bahwa sabar terbagi tiga, yaitu sabar dalam ketaatan, sabar atas kemaksiatan dan dosa dan sabar dalam menghadapi musibah.

Yasinan diakhiri dengan pembacaan doa dengan khusyuk dan tawadhu dan tak terasa sebagian jamaah meneteskan air mata. (Nsh)