Rokan
Hilir (Inmas)- Sudah menjadi kegiatan rutin bagi seluruh Aparatur Sipil Negara
(ASN) Kantor Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir baik PNS maupun Peramu Bhakti setiap
Jumat melaksanakan pembacaan Surat Yasin, Taushiyah dan Doa.
Bertindak
sebagai petugas pada Yasinan kali ini Jumat (25/11/2022), Ust. H. Suhaimi, S.Ag
(Kasi Bimas Islam) mewakili Kakankemenag sebagai pengantar Yasinan, Ust. Azmi
Azim, M.Pd.I (staf Seksi Penmad) pemandu pembacaan Surat Yasin dan Ust. Taubat
Nasuha (staf Seksi PHU) penyampai mauidhotul hasanah sekaligus doa.
Dalam
pelaksanaan Yasinan kali ini ada suasana berbeda yang dirasakan oleh jamaah
Yasinan. Perihalnya, pengantar yang disampaikan Kasi Bimas Islam sangat
menyentuh jiwa terkait dengan peristiwa terjadinya gempa di Kabupaten Cianjur yang
menyebabkan ratusan jiwa meninggal, luka-luka, kehilangan tempat tinggal, harta
benda, terpisah dengan keluarga dll.
“mereka
semua yang tertimpa musibah adalah saudara-saudara kita, baik seiman maupun
sebangsa, mari kita doakan bagi yang meninggal dunia, semoga Allah SWT
mengampuni dosa-dosa mereka, menerima semua amal ibadah mereka dan memenuhi
alam barzakhnya dengan rahmat dan nikmatnya. Yang masih hidup semoga Allah
berikan ketabahan dan kesabaran dan semoga Allah menggantikan untuk mereka hari
esok yang lebih baik”, pintanya.
Pada
kesempatan itu juga ia mengajak untuk bersimpati dengan ikut merasakan apa yang
mereka rasakan dan berempati dengan mengulurkan bantuan materil agar dapat
meringankan beban mereka.
Selain
itu, Karena Jumat kali ini bertepatan dengan Hari Guru Nasional H. Suhaimi juga
mengajak kepada jamaah Yasinan agar selalu mengingat jasa-jasa guru, dengan
ilmu yang telah ditransfer kepada kita mengantar kita pada keadaan saat ini.
Ada yang menjadi ulama, pejabat, pengusaha dll.
Ia
juga mengajak agar selalu mendoakan mereka. Jika guru-guru kita masih hidup,
semoga Allah berkahi kehidupan mereka dan angkat derajat mereka. Dan baru guru
kita yang sudah wafat, semoga Allah tempatkan disisinya pada tempat yng tinggi
dan mulia. Lalu H. Suhaimi membacakan sebuah pantun :
“Rendahkan
suaramu saat berdebat,
Luruskan
temanmu saat bertindak keliru
GURU
mungkin bukan orang yang hebat,
Tapi
orang-orang yang sekarang hebat pasti karena berkat jasa GURU”.
Pantun
yang disampaikan sekaligus mengakhiri kata pengantarnya, sontak membuat jamaah
yasin bertepuk tangan yang sebelumnya tertunduk khusu mendengarkan.
Selanjutnya
Azmi Azim memandu pembacaan yasin diawali dengan bertawassul kepada Nabi
Muhammad SAW. Dengan kekompakan dalam pembacaan menambah terasa syiar di ruang
aula Kantor Kemenag Rohil.
Usai
Shodaqollaahul adhim, ust. Taubat Nasuha melanjutkan dengan tausyiah tentang
pembagian sabar.
Ia mengatakan bahwa sabar terbagi tiga, yaitu sabar dalam ketaatan, sabar atas kemaksiatan dan dosa dan sabar dalam menghadapi musibah.
Yasinan
diakhiri dengan pembacaan doa dengan khusyuk dan tawadhu dan tak terasa sebagian
jamaah meneteskan air mata. (Nsh)