Rokan Hilir (Inmas) – Junaidi Dasrul,S.AP, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Bangko, dengan program Junaidi menyaPa SiswA (DiPaSa), kali ini gelar penyuluhan tentang 'bahaya pornografi dalam Islam' pada Siswa SMPN 1 Bangko dengan tema “Generasi Cerdas tanpa Pornografi” di kelas 7.5 dan 7.8, Jum'at (6/1/2023).
Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan yang luar biasa dan antusias dari Kepala SMPN 1 Sudarmiatun,M.Pd, apalagi Junaidi juga termasuk salah seorang guru yang mengajarkan Pendidikan Agama dan Pendidikan Pancasila di sekolah.
“Kami berharap, kegiatan seperti ini harusnya sering dilakukan. Sehingga para siswa bukan saja memperoleh ilmu dari pelajaran kurikulum di sekolah, tetapi juga pelajaran dari luar lingkungan sekolah,” sebut Sudarmiatun.
Junaidi dalam materi penyuluhannya menjelaskan, bahaya dari pornografi yaitu meningkatnya kasus penyakit menular, lemahnya sistem syaraf otak, pornografi jauh lebih berbahaya terhadap otak dibandingkan narkoba.
“Dampak dari pornografi secara psikologis antara lain, timbulnya sikap dan perilaku anti sosial. Pada umumnya menjadi kurang responsif terhadap penderitaan, kekerasan dan tindakan-tindakan perkosaan. Akhirnya pornografi akan menimbulkan kecenderungan yang lebih tinggi pada penggunaan kekerasan sebagai bagian dari seks. Islam melarang penyebaran segala bentuk pornografi dan pornoaksi ditengah masyarakat,” jelas Junaidi.
Junaidi berharap, dengan adanya kegiatan penyuluhan di Lingkungan Sekolah seperti ini dapat menambah pengetahuan siswa tentang bahayanya pornografi yang dapat merusak otak dan masa depan remaja. Sehingga mampu menciptakan generasi cerdas tanpa pornografi. (AjdSyaheed)