0 menit baca 0 %

Junaidi Dasrul, Kupas Upaya Meneguhkan Spirit Moderasi Beragama Pada Kegiatan Wirid Akbar

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec.Bangko Junaidi Dasrul,S.AP mengisi Wirid Akbar Persatuan Majelis Ta'lim (Permata) se - Kepenghuluan Parit Aman di Masjid Khosiin Parit Aman, Senin (5/12/2022).Wirid Akbar mengusung tema "Meneguhkan Spirit Moderasi dalam Bingkai Kebhinnekaan".Dal...

Rokan Hilir (Inmas) - Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec.Bangko Junaidi Dasrul,S.AP mengisi Wirid Akbar Persatuan Majelis Ta'lim (Permata) se - Kepenghuluan Parit Aman di Masjid Khosiin Parit Aman, Senin (5/12/2022).

Wirid Akbar mengusung tema "Meneguhkan Spirit Moderasi dalam Bingkai Kebhinnekaan".

Dalam uraiannya, Junaidi mengaitkan spirit moderasi dengan kondisi bangsa Indonesia yang tak lepas dari bingkai kebhinnekaan, dan tidak justru membuat perpecahan dan kerusakan.

Junaidi mengungkapkan: Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Qasas ayat 77, yang artinya:

"Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qashash/28: 77).

Berpedoman pada ayat Al-Qur'an tersebut, Junaidi mengingatkan kepada peserta Wirid Akbar agar terus berbuat baik meski dalam bingkai aktivitas berjihad.

"Jihad merupakan kombinasi dari tiga komponen, di antaranya jihad merupakan perjuangan secara fisik, ijtihad adalah perjuangan secara nalar, dan mujahadah merupakan perjuangan secara batin, tidak boleh kurang," ujar Junaidi dalam tausiahnya.

Lebih lanjut Junaidi menjelaskan: "Integrasi antara perjuangan fisik, nalar dan batin, itulah yang disebut dengan jihad, jika kurang salah satunya maka itu bukan jihad."

Terkait upaya meneguhkan spirit moderasi,  Junaidi berpesan kepada peserta Wirid Akbar yang juga dihadiri oleh Datuk Penghulu Parit Aman, Guru suluk tuan Khalifah Abdurrahman, Pengurus Masjid Khosiin serta Ketua Penggerak Permata dari Kota Dumai Hj.Rosmawati, untuk memaksimalkan diri menjadi insan yang  dirasakan bermanfaat oleh masyarakat sekitar.

Adapun terkait pengetahuan Agama, Junaidi berpesan agar senantiasa merasa ‘haus’ akan ilmu agama.

"Jangan pernah berhenti sampai di sini saja," pungkasnya. (AjdSyaheed)