Kampar ( Inmas ) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kab, Kampar, H. Fuadi Ahmad, SH, MAB memberikan pengarahan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Ujian Akhir Pendidikan Diniah Formal ( UAPDF ) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarun Nahdhan Thawalib Bangkinang, Rabu, 18 /1/2023.
Acara yang diawali dengan Pembacaan Ayat suci Al Qur’an oleh santri Azwa Haikal pembacaan doa oleh Abuya Afrizal, SHI, kemudian ucapan selamat datang dari Abuya Drs. H. Rusydi Nur di Pondok Pesantren Daarun Nahdhah dalam acara ini serta kami sangat berbesar hati sekali bahwa Rakor ini dapat dilaksanakan di pondok ini yang pertama kita dapat bersilaturrahmi dan dapat bertukar fikiran dan banyak lagi yang kita dapatkan dalam pertemuan ini.
Kepala Bidang Pendidikan dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Riau yang diwakili oleh JPT Pengembang Tekhnologi Pembelajaran oleh Bapak Jasri, SE, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini baru pertama dilaksanakan di Provinsi Riau karena di tahun 2020, 2021 anggaran kita dilanda covid sehingga program kita tidak bia terlaksana dengan baik. Mudah-mudahan kedepan bisa terlaksana dengan baik.
Kanwil mengganggarkan anggaran untuk IW ini karena keberhasilan IW tahun lalu secara nasional Provinsi Riau mendapat juara II Nasional terutama Ilmu Tafsir namun yang sangat memprihatinkan di Bidang Bahasa Arab dan Nahunya ada nilai anak kita yang jauh dibawah standar.
Sementara Kepala Kemenag Kampar dalam arahannya menyampaikan bahwa kemenag Kampar terbanyak pondoknya di Provinsi Riau yakni 98 Pondok pesatren diantara 98 pondok pesantren tersebut satuan Pendidikannya yang PDF ada 9 tingkatan yakni PDF Wustha dan Ulya PP Daarun Nahdhah, PDF Wustha dan Ulya PP Anshor Al Sunnah, PDF Wustha dan Ulya PP Syekh Burhanuddin Kuntu, PDF Wustha dan Ulya As. Salam Naga Beralih serta PDF Wustha PP Al Hidayah.
Terkait dengan Kitab Kuning Kementerian Agama telah berusaha membuat kegiatan pembacaan Kitab Kuning bagian dari dari perlombaan dalam rangka HAB Kementerian Agama ke 77. Hadiahnya sangat luar biasa yakni Umrah. Hadiah ini sengaja kita tolak karena kita belum pas untuk menerima. Setelah kita buka pendaftaran hanya 9 pondok yang mengirimkan pesertanya. Dengan hadiah umrah 9 peserta putra dan 9 putri rasanya itu terlalu luar biasa. Kita tidak mau star dengan cara seperti itu. Tahun ini hadiahnya umrah tahun depan berhenti. Insyaallah tahun depan tetap akan kita laksanakan dan akan kita sosialisasikan ke Pondok Pesantren,bahwasanya setiap tahun akan kita laksanakan perlombaan baca kita, ungkapnya.
Kegiatan yang dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang di wakili JFT Pengembang Tekhnologi Pembelajaran oleh Bapak Jasri, SE, M.Pd.I Kankemenag Kab. Kampar, H. Fuadi Ahmad, SH, MA, Ka. Kankemenag Kota Pekanbaru Drs. H. Syahrul Mauludi, Kepala Satuan Pendidikan Diniyah Formal dan para Operator PDF pada Kota Pekanbaru dan Kab. Kampar ( Ags/ Fatmi )