Riau (Inmas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA bersama Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Drs. H. Masrul Kasmy menghadiri kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji, Kamis Malam (15/12/22) bertempat di Asrama Haji Antara Riau.
Kegiatan yang taja Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau bekerja sama dengan DPW FK - KBIHU Provinsi Riau tersebut dihadiri juga Rektor UIN Suska Riau yang diwakili Dekan Fakultas Dakwah DR Imron Rosidi, MA. ketua panitia Dr. H M Nasir Kholis, MA serta 34 Peserta berasal dari Riau dan Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya Mahyudin mengatakan, sejak di tanda tangani nya MoU antara UIN Suska Riau dan Dirjen Penyelanggaraan Haji Kementerian Agama RI, kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dilaksanakan.
“penandatanganan MoU sudah dilaksanakan 5 tahun yang lalu, hari ini adalah kegiatan pertamanya dan jika tidak dilaksanakan akan di cabut kerjasamanya oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI. Berkat koordinasi kerjasamanya Kanwil Kemenag Riau dan UIN Suska serta FK KBIHU Riau tersebut bisa berlanjut pada kegiatan – kegiatan berikutnya” .
Lebih lanjut Mahyudin menyampaikan bahwa “sertifikasi Pembimbing Manasik Haji sangat penting, peserta yang sudah mengikuti kegiatan sertifikasi ini diupayakan dapat menjadi pembimbing manasik haji. para pembimbing haji memiliki peranan penting dalam meningkatkan wawasan, kemampuan dan keterampilan jamaah haji dalam memahami dan melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji yang dijalaninya”.
Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari tersebut dimulai tanggal 15 Desember 2022 – 25 Desember 2022 yang diikuti peserta sebanyak 34 orang dengan menghadirkan narasumber dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas, penyelenggaraan ibadah haji. meningkatkan kualitas, kreativitas, dan integritas pembimbing manasik haji. Hal ini agar pembimbing mampu melakukan berbagai aktualisasi potensi diri dan tugasnya secara profesional, guna menunjukkan jamaah haji yang mandiri dalam ibadah dan perjalanannya.