Siak (Inmas) - Upgrading Pengurus Masjid se Kecamatan Sungai Mandau yang dilaksanakan dengan mengambil tema “Di Jogokariyan kami bisa belajar”. Materi disampaikan salah satunya oleh Kepala KUA Kecamatan Sungai Mandau, Alwis, S.Sos., MA. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Sungai Mandau Yudha Rajasa, S. STP, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sungai Mandau H. Ahmad Derabi, S. Pd beserta jajaran dan Pengurus Masjid se Kecamatan Sungai Mandau yang merupakan peserta pada kegiatan ini.
Di awal materi, Alwis menyampaikan bahwa Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang mendunia ini, sebetulnya kalau dipandang sekilas tak jauh berbeda dengan Masjid Besar yang ada di Kabupaten Siak pada khususnya, terutama ruang utama masjid yang tak jauh lebih besar dari pada Masjid Besar Kecamatan yang tersebar di Kecamatan di Kabupaten Siak. Akan tetapi yang membuat perberbedaan tajam dengan Masjid-masjid yang ada yang biasa kita jumpai adalah manajemen masjidnya yang amat luar biasa tatacara pengelolaan keuangan terutama.
Di Jogokariyan Takmir Masjid tak bangga dengan saldo keuangan masjid karena hal tersebut akan menjadi tolak ukur efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan dan pengelolaan dana masjid disetiap divisi/ seksi. Lebih lanjut Alwis mengungkapkan ada beberapa inovasi yang bisa kita tiru dan tentunya dimodifikasi dalam rangka meng-imarahkan masjid kita, diantaranya:
1. Meng-NOL-kan Saldo, hal ini merupakan ukuran efektifitas dan efisiensi penggunaan dan pengelolaan dana mesjid,
2. ATM Beras, Alhamdulillah disemua Masjid Besar Kecamatan di Kabupaten Siak sudah dilaksanakan,
3. Mengganti sepatu / sendal jamaah yang hilang, dengan merek yang sama dan tentunya baru. Hal ini merupakan salahsatu bentuk "garansi" dan untuk mewujudkan ketenangan jama'ah saat beribadah,
4. Komitmen memakmurkan masjid, hal ini memang dibuktikan shalat subuh seramai sholat Jum'at. Disamping itu Takmir Masjid Jogokariyan juga memfasilitasi adanya komunitas-komunitas Masjid Jogokariyan, seperti komunitas sepeda ontel, komunitas badminton dan banyak lagi yang lainnya.
5. Sarapan bubur, setiap ahad subuh Takmir Masjid Jogokariyan menyediakan sarapan bubur untuk semua jama'ah sholat subuh.
6. Pembagian sayuran mentah kepada masyarakat sekitar Masjid Jogokariyan yang kurang mampu, hal ini merupakan bentuk komitmen dan perhatian Masjid Jogokariyan ke tetangga masjid khususnya.
7. Makan siang bersama ba'da sholat Jumat,
8. Mengajak shalat berjamaah di mesjid, Takmir Masjid Jogokariyan sangat serius untuk mengajak para warga untuk sholat berjama'ah plus mengadakan les privat sholat kepada warga tertentu yang belum pandai dalam melaksanakan sholat.
9. Memberangkatkan Jamaah untuk umrah ke tanah suci, hal ini salahsatu bentuk apresiasi kepada jama'ah yang mendirikan sholat berjama'ah Dimasjid Jogokariyan selama 40 hari berturut-turut.
10. Free WiFi,
11. Menanamkan kepada seluruh Takmir Masjid Jogokariyan bahwa menjadi pengurus masjid sebagai profesi yang membanggakan.
“Inilah beberapa inovasi di Jogokariyan yang perlu kita tiru, modifikasi dan tentunya diaplikasikan dalam pengelolaan masjid, dan tentunya mesti disesuaikan dengan kemampuan serta keahlian dimasing-masing masjid yang kita kelola, semoga kita semuanya memahami dan memiliki usaha yang maksimal dalam pengelolaan rumah Allah ini, dan kelak tentunya kita berharap mendapatkan pahala disisi Allah,” ujarnya mengakhiri materi. (Hd)