Indragiri Hulu, (Inmas). Indragiri Hulu, (Inmas). Ka. Subbag Tata Usaha Kankemenag Kab. Inhu Ehirdamri, S.Ag; Kasi Penmad Hendriadi, S.Ag.,M.Pd.I; Kasi PD. Pontren H. Syahril, S.Ag.,M.H bersama Staf Zakaria Ginting, S.Th.I, dan Sunaryo, S.Pd.I; Pengawas Madrasah Dra. Mariam dan Dra. Hasanah menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Kab. Inhu di Ponpes Modern Syamsuddin, alamat Desa Buluh Rampai, Kec. Seberida. Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Inhu yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Inhu, Paino, SP.
Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keputusan tersebut didasari oleh tiga hal, pertama karena dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia ulama serta santri pondok pesantren memiliki peran yang besar. Ulama dan santri pondok pesantren juga memiliki peran dalam mengisi kemerdekaan Indonesia tersebut. Alasan kedua adalah hari santri tersebut dibutuhkan untuk mengenang dan meneladani perjuangan serta peran para ulama dan santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Agar generasi selanjutnya dapat meneladani serta melanjutkan perjuangan tersebut. Alasan ketiga adalah karena tanggal 22 Oktober tersebut merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari, sebuah ketetapan yang menggerakkan massa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Seruan itu mewajibkan setiap muslim untuk membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari serangan penjajah.
tema Hari Santri Nasional Tahun 2023 adalah “Jihad Santri Jayakan Negeri”. Tema ini memberi pesan bahwa peringatan Hari Santri tahun ini ingin merayakan semangat dan dedikasi para santri sebagai pahlawan pendidikan dan perjuangan kebodohan. Di zaman yang penuh tantangan dan kompleksitas, jihad tidak lagi merujuk pada pertempuran fisik, melainkan pada perjuangan intelektual yang penuh semangat. Santri sebagai penjaga terdepan dalam pertempuran melawan ketidakpahaman, kebodohan, dan ketertinggalan. Santri merupakan pejuang ilmu pengetahuan yang tidak kenal lelah mengejar pengetahuan dan kebijaksanaan sebagai senjata utama mereka.(tulang)