Riau (Inmas) - Griven H. Putera, anak jati Melayu Riau ini tuntaskan perkuliahan program doktoralnya pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN SUSKA Riau dengan judul disertasi “Rekonstruksi Pendidikan Karakter di Indonesia: Analisis Filosofis terhadap Tunjuk Ajar Melayu (Butir-butir Budaya Melayu Riau) Karya Tenas Effendy” pada Rabu (29/07/2020).
Sidang Ujian Terbuka/Promosi Doktor yang dimulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB tersebut dipimpin langsung Rektor UIN SUSKA Riau Prof. Dr. H. Akhmad Mujahidin, M.Ag yang bertindak selaku ketua tim penguji. Selain Rektor, para penguji lainnya adalah Direktur Pascasarjana UIN SUSKA Riau, Prof. Dr. Afrizal M, MA, Prof. Dr. HM Nazir Karim, MA (Mantan Rektor UIN SUSKA RIAU), Prof. Dr. H. Kasim Yahiji, M.Ag (Guru Besar IAIN Sultan Amai Gorontalo) dan Dr. H. Abu Anwar, M.Ag (Ketua Prodi PAI S3 UIN SUSKA), Dr. Zamsiswaya, M.Ag, serta Dr. Abu Bakar, M.Pd.
Di hadapan penguji yang terdiri dari beberapa guru besar, Griven yang merupakan pegawai Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau tersebut menyampaikan bahwa Tunjuk Ajar Melayu merupakan sumbangan terbesar Melayu, terutama H Tenas Effendy untuk zuriat Melayu dan nusantara dalam membangun peradaban atau membangun manusia yang beradab. Untuk itu katanya, karya masterpiece Tenas Effendy ini mesti diletakkan dan dijulang di tempat yang tinggi dengan cara menanamkan kembali nilai-nilai itu kepada anak bangsa, baik melalui lembaga pendidikan, mulai taman kanak-kanak hingga ke perguruan tinggi. Bahkan tunjuk ajar Melayu juga sejatinya menjadi bacaan dan pedoman bagi masyarakat dalam segala lapisan untuk diamalkan. “Bagi orang Melayu-Islam, setelah Alquran dan hadits nabi yang menjadi sumber pokok dan way of life mereka, maka Tunjuk Ajar Melayu menjadi salah-satu kitab berikutnya yang mesti dibaca karena ia dapat bermakna sebagai karya sastra yang menginterpretasi nilai-nilai sumber pokok hukum Islam tersebut,” ungkap Griven.
Secara teoretis, Tunjuk Ajar Melayu menurut Griven mengandung nilai pendidikan karakter yang lebih luas daripada konsep pendidikan karakter yang diimplementasikan dalam pendidikan di Indonesia saat ini. Selain itu, konsep pendidikan karakter yang terdapat dalam tunjuk ajar Melayu mampu mengakomodir dan mensintesakan antara timur dan barat. Griven melihat pendidikan karakter yang diimplementasikan dalam praktik pendidikan saat ini masih belum memberikan kontribusi yang memuaskan, salah satu sebabnya konsep tersebut terlalu teoretis dan kurang berakar pada kearifan lokal yang ada, padahal salah-satu sumber pendidikan karakter di Indonesia semestinya bersumber dan berakar dari kearifan lokal (local wisdom). Oleh karena itu, Griven melihat bahwa dalam tunjuk ajar Melayu mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Indonesia.
“Dengan nilai universal yang dikandungnya, di mana tunjuk ajar Melayu dapat menampung seluruh nilai-nilai kearifan lokal di nusantara, sehingga menurut penulis, tunjuk ajar Melayu bukan hanya dapat diimplementasikan dalam muatan lokal budaya Melayu Riau, tetapi juga dalam kurikulum pendidikan secara luas,” ungkap Griven.
Prof. HM. Nazir (mantan Rektor UIN SUSKA Riau) pada sesi pesan tim penguji mengucapkan selamat kepada Griven yang telah meraih gelar Doktor. Beliau berharap Dr. Griven H. Putera dapat menjadikan disertasi ini bukan sebagai karya terakhir untuk sumbangan bagi masyarakat, tapi tetap terus melahirkan karya-karya lain yang berguna baik bagi diri, masyarakat, agama, bangsa dan negara. Tentunya dapat mengharumkan nama almamater UIN SUSKA Riau di mana Dr. Griven menempuh pendidikan mulai program S1 hingga S3.