0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Bengkalis Buka Secara Resmi Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama Yang Di Taja Oleh LDK Pekanbaru

Ringkasan: Bengkalis (Inmas)- Loka Diklat Keagamaan (LDK) Pekanbaru taja Pelatihan Penggerak  Penguatan Moderasi Beragama Angkatan II di wilayah Riau bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis yang di laksanakan pada tanggal 05 s.d. 10 September  2022.


Bengkalis (Inmas)- Loka Diklat Keagamaan (LDK) Pekanbaru taja Pelatihan Penggerak  Penguatan Moderasi Beragama Angkatan II di wilayah Riau bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis yang di laksanakan pada tanggal 05 s.d. 10 September  2022.

Berdasarkan laporan dari Ketua Panitia pelaksana  H. Andriandi Daulay, Pelatihan Penguatan Penggerak Moderasi Beragama ini, peserta akan menerima materi sebanyak 52 jam pelajaran dengan menghadirkan narasumber  dari Kemenag RI Jakarta (Balitbang), Kepala Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru, H. Khrisfison, Widyaiswara dari BDK Padang, Kepala Kanwil Kemenag Riau H.Mahyudin dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H.Khaidir .  

Pelatihan yang berpusat di aula Kantor Kemenag Bengkalis ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari Jabatan Guru (Kepala Madrasah) MI, MTs dan MA, Penghulu (Kepala KUA) dan Penyuluh Agama di Lingkungan Kantor Kementerian Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan di buka oleh Kakan Kemenag Kabupaten Bengkalis H.Khaidir , di dampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) H.Zulkarnaen bersama Kasi Dan Penyelenggara.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pelatihan Penggerak  Penguatan Moderasi Beragama resmi di buka” ucapnya di aula Kankemenag Bengkalis, Senin 05 Agustus 2022.

Dalam sambutannya, H.Khaidir menegaskan bahwa Kementerian Agama merupakan garda terdepan dalam penguatan moderasi beragama di tanah air.

“Kemenag sebagai pelopor moderasi beragama harus dapat memberi contoh sikap moderat dalam beragama melalui kader-kader penggerak, terutama ASN Kemenag itu sendiri “.

Menurutnya, Penguatan Moderasi Beragama merupakan salah satu dari tujuh program prioritas Kementerian Agama yang mengarah pada penguatan cara pandang, sikap dan praktik beragama sebagai jalan tengah (wasyatiyah) dalam membangun harmoni dan kerukunan umat beragama.

“Indikator moderasi beragama itu ada empat yaitu komitmen kebangsaaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap tradisi lokal. Apabila keempat indikator ini dilakukan, maka akan terwujud moderasi beragama yang dapat menciptakan masyarakat yang rukun dan damai”, jelas H.Khaidir .

Pelatihan ini sangat penting di laksanakan kepada ASN Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. Karena para ASN tersebut lah yang akan menjadi pengerak moderasi agama,  baik di lingkungan pendidikan ataupun  lingkungan masyarakat tempat di mana mereka tinggal.

“Kegiatan ini besar manfaat nya bagi kita semua , saya berharap kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti secara cermat dan  cerdas , hal ini sangat di pandang penting karna kita  merupakan makluk beragama, mudah-mudahan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ikhtiar menciptakan harmonisasi kerukunan antar umat beragama khususnya di Kabupaten Bengkalis.”tutupnya.