Meranti (Inmas) - Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) hadir sebagai pelengkap dari Kurikulum yang sebelumnya. Seiring zaman yang ada semakin berbeda generasi yang akan diajar oleh para pendidik yang akan menimbulkan masalah, perbedaan dan tata cara penerimaan Pendidik dalam menerima ilmu yang disampaikan.
Dalam sambutannya Kakan Kemenag Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Sulman mengingatkan Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran abad - 21 serta perkembangan dunia yang sangat dinamis dan tidak menentu, maka diperlukan pola baru dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran pada madrasah.
Dalam kesempatan ini Kabid Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. Muliardi, M.Pd dalam sambutannya mengatakan Implementasi Kurikulum merdeka (IKM) ini sebagai suatu keharusan. Ucapnya
Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dilaksanakan pada hari Rabu (01/03) di Ruang Serba Guna MTsN 1 Kepulauan Meranti. Yang mana narasumbernya ialah Shofar Sholahudin, M.Pd selaku pengawas MA Jateng dan Team Pengembangan Kurikulum RI serta di dampingi oleh Darusman M.Pd Analisis Pelaksana Kurikulum Kanwil Provinsi Riau.
Shofar Selaku narasumber menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan perubahan kurikulum. beliau mengajak para pendidik merubah mindset dari yang teacher Canter menjadi Student Canter. “Hadirnya kurikulum Merdeka ini bukan menandakan dunia pendidikan yang belum merdeka tapi tujuan dari hadirnya kurikulum merdeka ini merupakan Pemulihan Kurikulum atau penyempurnaan kembali kurikulum.(RW/H Inmas)