0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Inhil memberikan materi Moderasi Beragama saat Pelatihan Publikasi Ilmiah

Ringkasan: Tembilahan (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H. Harun, S.Ag, M.Pd, membuka kegiatan pelatihan publikasi ilmiah angkatan 1 serta memberikan materi tentang moderasi beragama dan pembangunan nasional, pada acara yang diadakan oleh LDK Pekanbaru dan Pelatihan Keagamaan...

Tembilahan (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H. Harun, S.Ag, M.Pd, membuka kegiatan pelatihan publikasi ilmiah angkatan 1 serta memberikan materi tentang moderasi beragama dan pembangunan nasional, pada acara yang diadakan oleh LDK Pekanbaru dan Pelatihan Keagamaan Pekanbaru. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 06 Maret 2023, di Aula Mawar Kantor Kemenag Kabupaten Indragiri Hilir, dan diikuti oleh 30 orang guru Madarasah se Kabupaten Indragiri Hilir.

Dalam materi yang disampaikan oleh H. Harun, S.Ag, M.Pd, ia menjelaskan tentang program pembangunan nasional yang dijalankan oleh Kementerian Agama. Ia menjelaskan bahwa program pembangunan nasional kementerian agama merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di Indonesia, yang meliputi pembangunan madrasah, penyusunan kurikulum, pengembangan bahan ajar, dan pelatihan bagi para pengajar agama.

Selain itu, H. Harun juga menyoroti pentingnya moderasi beragama dalam dunia pendidikan, khususnya di madrasah. Ia mengatakan bahwa moderasi beragama sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan menghindari terjadinya konflik antaragama. Ia juga menekankan bahwa moderasi beragama harus menjadi bagian dari pola pikir dan tindakan para guru, sehingga dapat diimplementasikan secara efektif dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam kesempatan tersebut, H. Harun juga menunjukkan beberapa contoh praktik moderasi beragama yang dapat diterapkan di madrasah, seperti menghargai perbedaan agama dan keyakinan, menanamkan sikap toleransi dan saling menghormati, serta mendorong dialog antaragama. Ia berharap, melalui pelatihan tersebut, para guru dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya moderasi beragama dan bagaimana cara mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran di madrasah. *** (Utar/Hd)