Kampar (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H Fuadi Ahmad SH MAB, membuka secara resmi acara Kegiatan Kohesi Sosial Siswa Diktuba Polri Gel. II TA 2022 SPN Polda Riau kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Kampar sebanyak 47 peserta, hari senin (12/12/2022), di aula lantai II Kantor Kemenag Kampar.
Dalam acara tersebut Fuadi menucapkan terima kasih kepada SPN Polda Riau, yang telah menjadikan Kantor Kementerian Agama sebagai tempat untuk menuntut ilmu dalam kerukunan Umat beragama dan modeasi beragama.
Alhamdulillah untuk indeks kerukunan umat beragama di Kab. Kampar pada tahun 2022, mengalami kenaikan di posisi 74 koma sekian. Kenaikan indeks kerukunan umat beragama ini, tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama Kab. Kampar Bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia dan instansi terkait lainnya.
Untuk diketahui juga, pada hari jum’at kemaren seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, dipanggil olek Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Bapak Dr H Mahyudin MA, dalam rangka bagaimana upaya-upaya dan system yang harus kita benahi, dan yang harus kita tingkatkan. Sehingga tingak radikalisme, extrimisme di Provinsi Riau semakin bisa kita jaga.
Secara berjenjang Kementerian Agama melakukan upaya dari Kemeterian Agama Pusat, Kementerian Agama di Provinsi sampai di Kementerian Agama di Kab/Kota, sampai ke Kantor Urusan Agama di Kecamatan, bahkan sampai kepada Penyuluh Agama kita yang berada disetiap Desa, itu harus menyampaikan dan melakukakan deteksi dini terhadap kegiatan-kegiatan masyarakat yang berpotensi menyebabkan terjadinya hal-hal yang bersifat radikal ataupun intoleran.
Karena tanggung jawabnya Kementerian Agama dalam hal penanganan konflik, pencegahan konflik, penghentian konflik, tentu bersama-sama dengan Polri sesuai dengan undang-undang nomor 7 tahun 2012, tentang penanganan konflik social. Secara bersama-sama Kementerian Agama dengan Polri dan unsur terkait untuk berperan aktif dalam hal menciptakan hidpu yang rukun dan damai serta terciptanya toleransi di Indonesia, pungkas Fuadi. (Ags/Ftm)