Meranti (Inmas) - Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama melalui Dirjen Pendidikan Islam untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam yaitu meningkatkan mutu pembelajaran melalui peningkatan mutu guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan.
Sehingga KKG 002 dan KKG 003 Madrasah Ibtidaiyah berinisiatif untuk bergabung dan KKG 002 menyelenggarakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru Madrasah yang dilaksanakan di MIS Mualimin Selatpanjang. Jumat (15/09)
Menurut laporan peserta yang ikuti hadir Guru-guru MIS Mualimin, MIS AL Istiqomah Alahair, MIS Nurul Huda Mantiasa, MIS AL Huda Mekong, MIS Raudhatul Mubtadiin Kundur, MIS Raudhatul Hidayah Batang Malas dan MIS Darul Falah Bagiangus.
Pada kesempatan ini juga dijelaskan bahwa ada 3 orang Fasilitator dari Provinsi Riau yang akan Membimbing Guru-guru Madrasah, Numerasi dibimbing Nora Gusti, M.Pd, Sains dibimbing Erza Intan Anggraini, M.Pd, sedangkan Literasi dibimbing Desmarni, S.Pd dan kegiatan PKB akan berlangsung sampai tanggal 17 September 2023.
Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Sulman yang mana dalam sambutannya beliau menyampaikan berkaitan dengan pelatihan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru, bahwa dulu ada uji kompetensi AKB dan AKM bagi guru madrasah, bila sekarang AKB dan AKM tidak ada berarti pengembangan AKB dan AKM sudah berhasil diterapkan dilingkungan madrasah.
Beliau menambahkan, bahwa pelatihan pengembangan keprofesian guru dalam kurikulum merdeka diharapkan pembelajaran bisa review kembali dan materi yang disampaikan ke siswa bisa dipahami, dan juga siswa bisa mengklasifikasi, mengevaluasi ilmu yg disampaikan oleh guru. Dan setiap guru diharapkan mempunyai kompetensi guru, dan pengembangan kompetensi guru, setiap guru bisa profesional, mutu pendidikan lebih bagus.
"Dunia pendidikan dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Guru sebagai pemeran utama dalam dunia pendidikan harus selalu siap mengikuti perubahan tersebut, bagaikan kapal yang sedang berlayar, guru adalah nahkoda yang mengarahkan, membimbing dan memberi petunjuk ke awak kapalnya agar kapal tersebut dapat berjalan dengan baik menuju tempat tujuannya. Dalam pendidikan formal disekolah, guru memegang kendali penuh terhadap anak didik/peserta didik dalam kelas. Baik atau tidaknya pembelajaran dalam kelas bergantung pada guru sebagai ujung tombaknya,“ pungkas Sulman.
Turut hadir di kegiatan ini pengawas madrasah Raji Ridhowi, S.Pd.I.(Inmas)