Kakan Kemenag Rohul : Tamat MTs Jangan Langsung Minta Kawin
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Canda, gurauan dan bahkan Isak tangis penuh haru disertai dengan deraian air mata bahagia bercampur duka, baik dari murid, majelis guru maupun orang tua murid serta masyarakat yang hadir, mewarnai suasana acara perpisahan kelas IX MTs Kota Intan Kec Kunto Darussalam, Rabu (23/5)...
Rokan Hulu (Humas)- Canda, gurauan dan bahkan Isak tangis penuh haru disertai dengan deraian air mata bahagia bercampur duka, baik dari murid, majelis guru maupun orang tua murid serta masyarakat yang hadir, mewarnai suasana acara perpisahan kelas IX MTs Kota Intan Kec Kunto Darussalam, Rabu (23/5) bertempat di lapangan bola desa Kota Intan.
Saat itu 41 siswa MTs Kota Intan menamatkan sekolah dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, untuk kelak menjadi kebanggaan desa Kota Intan. Mereka bahagia penuh tawa dan ceria karena telah dapat menamatkan mata pelajaran di sekolah, setelah sebelumnya bekerja keras, berfikir dan belajar cerdas, bertindak ikhlas dan berbuat tuntas dalam menuntut ilmu pengetahuan selama 3 tahun.
Mereka juga merasa berduka karena akan berpisah dengan para guru yang telah membimbing mereka selama ini ke jalan yang lurus dan benar. Mereka juga akan berpisah dengan teman sejawat seperjuangan di bangku sekolah. Terlebih lagi akan berpisah dengan adek adek kelas penuh kenangan.
Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kepala KUA Kec Kunto Darussalam Drs H Safaruddin Pulungan, Ka UPTD Disdikpora Kec Kunto Darussalam, Ka MTs Kota Intan Swismarliza beserta majelis guru, Ketua Komite Madrasah beserta pengurus lain, KaSek SD, SMP, Pengawas Pendidikan Agama Islam, Kades Kota Intan Adirman, Sekdes Kota Intan Nazaruddin, Pimpinan PT Okadura Indonesia yang diwakili Bpk Hidayat dan Alex, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan ratusan orang tua murid.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA dalam sambutan pengarahannya menyatakan, agar lulusan MTs Kota Intan tahun ini seluruhnya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Anda boleh melanjutkan ke MAN, SMU, SMK, Pondok Pesantren atau yang lainnya. Saya tak ingin mendengar nanti, tamat MTs Kota Intan, langsung tancap gas minta kawin.
Hal ini tentu selain akan merugikan diri sendiri, juga yang penting disadari adalah akan merugikan umat Islam, sebab generasi mudanya terputus. Pepatah Arab menyatakan, artinya ; Hidupnya agama itu adalah di tangan generasi muda.
“Perlu saya tekankan bahwa belajar adalah ajaran pokok dalam Islam. Hal ini dibuktikan dengan perintah pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad saw sekaligus pentahbisannya sebagai seorang Nabi dan Rasul Allah adalah perintah untuk membaca:, terang Ahmad Supardi Hasibuan.
Perintah membaca adalah perintah belajar untuk mendapatkan ilmu pwngetahuan. Ilmu Pengetahuan membuahkan kesejahteraan. Sedangkan peningkatan kesejahteraan adalah mengentaskan kemiskinan. Kesimpulannya, membaca atau belajar pada gilirannya adalah mengentaskan kemiskinan.
Belajar juga disebutkan Nabi sebagai sebuah kewajiban bagi setiap orang Islam baik laki laki maupun perempuan. Nabi bahkan memerintahkan menuntut ilmu pengetahuan walau sampai di negeri China.
Sementara itu Kepala MTs Kota Intan Swisdaliza melaporkan bahwa MTs Kota Intan telah lengkap dari sisi sarana dan prasarananya. Hal ini berkat perhatian dari Kemenag Rohul dan partisipasi masyarakat serta bantuan dari PT Okadura Indonesia.
Menurutnya, animo masyarakat masuk MTs Kota Intan juga meningkat dari tahun ke tahun. Murid kita tidak pernah kurang dari tahun ke tahun. Sementara itu Kades Kota Intan Adirman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh civitas academika MTs Kota Intan yang telah berjasa dalam mendidik anak anak sekolah khususnya generasi muda Desa Kota Intan. Semoga pengabdiannya dapat ditingkatkan lagi. (Ash).