Rokan Hilir (Inmas) - Khazanah budaya adat istiadat merupakan kekayaan tersendiri sebagai simbol masyarakat mencintai dan melestarikan khas daerah masing-masing, karenanya adalah tepat pepatah klasik melayu lain padang lain ilalang dan lain lubuk lain pula ikannya.
Berkenaan hal demikian, Selasa 25/10 Kakankemenag Kabupaten Rokan Hilir Drs H Naini,M.Pd.I di dampingi Kasi Bimas Islam H.Suhaimi, S.Ag turut ambil bagian hadir mendampingi Gubernur Riau Drs H Syamsuar,M.Si, Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong,S.Ap dan Wakil Bupati H.Sulaiman,SS,MH serta undangan lainnya bertempat di halaman Masjid Al Fatah Rantau Panjang Kiri Kecamatan Kubu Babussalam.
Kepada tim Inmas Kemenag Rohil saat dimintai keterangan seputar kegiatan Kenduri Sekampung, Naini menceritakan secara singkat : "bahwasanya kenegerian Kubu dalam sejarahnya dibuka oleh perantau yang masuk ke Sungai yang awalnya diberi nama sungai baung (sekarang sungai kubu-red) oleh Datuk Raja Hitam dan Datuk Kancil."
Lebih lanjut diceritakan bahwa kenegerian Kubu memiliki pimpinan pucuk suku sebagai mana daerah lainnya di Rokan Hilir, di antara pucuk suku itu antara lain Suku Hamba Raja,Suku Rao,Suku Indra Bangsawan dan Suku Bebas, kata Naini yang dianggukkan Suhaimi asal kampungnya Kubu.
Pertemuan pucuk pimpinan suku bersama masyarakat dua kecamatan (Kubu dan Kubu Babussalam) adalah pertemuan Akbar atau Kenduri Sekampung yang iringi dzikir dan Do'a bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kenduri Sekampung juga sekaligus seminar hukum adat istiadat agar mampu diketahui oleh setiap generasi berikut.
Dibagian akhir, Kakankemenag Kab Rohil juga ikut mendampingi Gubernur Riau dan Bupati Rokan Hilir meninjau Masjid Al Inayah dan rumah suluk Tharikat Naqsabandiyah pimpinan Ustadz Kh H Zulfikar,S.Ag yang tidak jauh dari lokasi kenduri sekampung.(sh)