Riau (Inmas)- Berdasarkan Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Potensi Zakat di Provinsi Riau
Tahun 2020 mencapai Rp.8.414,9 Milyar. Sementara realisasi penerimaan Zakat Infak dan Sadaqah (ZIS) dan Dana
Sosial Keagamaan lainnya per Januari – Desember 2020 baru Rp121, 6 M lebih.
Dengan realisasi yang sangat rendah tersebut, Kakanwil
Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat memberikan materi tentang Kebijakan
Kementerian Agama Provinsi Riau dalam Pengelolaan Zakat Riau pada kegiatan
Pembinaan, Monitoring dan Evaluasi Baznas Kampar yang ditaja oleh Baznas Riau,
Selasa (11/8/2020) secara daring menegaskan, perlu adanya terobosan- terobosan
dan inovasi serta dukungan semua pihak untuk dapat menggali potensi besar yang
ada di Riau tersebut.
“Potensi kita sangat
besar, bahkan tahun ini potensi kita mencapai Rp8 T lebih sementara jumlah
realilsasi baru mencapai seratus milyar lebih, tentu ini sangat memprihatinkan.
Untuk itu, kita di Kanwil Kemenag Riau senantiasa konsisten dan komitmen dalam mengembangkan pertumbuhan potensi
ekonomi umat melalui potensi zakat yang sangat besar tersebut,” ucapnya
dengan berharap dukungan semua pihak untuk dapat menggali potensi zakat Riau
secara maksimal.
Mahyudin menambahkan, berdasarkan data pusat kajian strategis Basznas
tersebut potensi zakat di Riau tersebar
di 6 kategori yang bisa digali, yaitu potensi zakat dari makanan pokok sebesar Rp65,2 Milyar, potensi zakat dari hasil peternakan sebesar Rp216,5 Milyar, potensi zakat dari deposito sebesar Rp.659,9 Milyar, potensi zakat dari penghasilan ASN dan Non Asn sebesar
Rp6.655,7 Milyar, potensi zakat dari BUMN provinsi sebesar Rp15,3 Milyar dan potensi zakat dari hasil perkebunan sebesar Rp802,3 Milyar. “Jika ini terkelola
secara baik dan benar, target perolehan zakat kita tahun ini akan tercapai,”
tegasnya.
Ia mengatakan, Kementerian
Agama dalam rangka meningkatkan realisasi potensi zakat telah melakukan
berbagai upaya, diantaranya telah mematakan progam- progam yang dapat mendukung
semau program lembaga zakat, seperti pembinaan kelembagaan, penguatan SDM
pengelola, hingga menetapkan program prioritas zakat dan wakaf.
“Untuk program prioritas dan
pembinaan kelembagaan kita punya kegiatan kampung zakat, akreditasi lembaga
zakat, memberikan bantuan operasional dan lainnya. Sementara untuk penguatan
SDM kita telah mencetak Amil Zakat yang profesional dan perprestasi, memberikan bimbingan teknis dan kompetensi kepada Amil Zakat
dan pendampingan dan evaluasi,” jelas Mahyudin.
Untuk itu, Mahyudin berharap, agar semua kalangan yang ada di Riau dapat
bersinergi dan berkolaborasi dalam menggali potensi besar Riau dalam rangka
membangun perekonomian masyarakat Riau yang lebih baik. (mus/faj/ana)Â