0 menit baca 0 %

Kakanwil Isi Webinar Nasional Program Tadris UIN Suska dengan Kebijakan Pembelajaran IPS di Madrasah

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr H Mahyudin MA, mengisi Webinar Nasional Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dengan materi Kebijakan Pembelajaran IPS pada Madr...

Riau (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr H Mahyudin MA, mengisi Webinar Nasional Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dengan materi Kebijakan Pembelajaran IPS pada Madrasah, Kamis (16/7/2020) dari aula Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau.

Selain Kakanwil Kemenag Riau, kegiatan yang mengangkat tema Penguatan Program Studi Tadris IPS juga menghadirkan narasumber Kemenag Pusat Dr Suwendi M Ag, Dr Muh Sholeh M Pd dan Dr Dra Rohani M Pd, dengan moderator Dr Dicki Hartando MM.

Mahyudin dalam pemaparannya menyebutkan, secara keseluruhan, jumlah guru madrasah di Provinsi Riau  sebanyak 18.712 orang guru. Sedangkan jumlah guru IPS di madrasah Provinsi Riau tahun 2020 terdapat 2.156 orang dengan rincian tingkat RA 1 orang, MI 3 orang, MTs 1.143 orang, dan MA 1.009 orang.

“Untuk kebijakan umum pembelajaran IPS di Madrasah Provinsi Riau saat ini, dilakukan melalui bimbingan teknis metode pembelajaran untuk guru mata pelajaran IPS di Madrasah melalui teknologi informasi terutama pada masa pandemi Covid-19. Bimbingan teknis penulisan buku dan karya tulis ilmiah untuk guru mata pelajaran IPS,” jelasnya.

Ia menambahkan, tujuan Pembelajaran IPS di era global menuntut siswa untuk mampu berfikir kritis menghadapi tantangan yang dihadapi masyarakat, mampu mengembangkan diri dan membuat keputusan, menjadi warga negara yang bertanggungjawab dan berpartisipasi menjaga dan menggunakan nilai- nilai tradisi.

Mahyudin juga menyebutkan, beberapa tantangan pembelajaran IPS di Era Global diantaranya, dokumen kurikulum yang berlaku tertinggal dibanding dengan living curriculum, pendekatan pembelajaran teacher centered dan teksbook menjadi out of date, kelas konvensional terbongkar oleh kelas online dalam dunia maya, kemajuan ICT yang lebih cepat dibanding kemampuan masyarakat beradaptasi dan kompetensi yang harus dimiliki guru IPS.

Untuk itu, guru IPS harus memilik kompetensi Paedagogik, Kepribadian, Profesional, dan Sosial. Kompetensi paedagogik merupakan literasi ICT dalam mengelola proses pembelajaran (ICT sebagai sumber belajar, memahami potensi siswa generasi millenial, memahami seluk beluk serta dampak ICT). Kepribadian adalah memenuhi nilai-nilai universal (terbuka terhadap perubahan, menghargai kesetaraan, berfikir global dan bertindak sesuai budaya lokal). Profesional untuk memahami globalisasi dan dampaknya bagi peserta didik (mampu memanfaatkan potensi siswa, membuka wawasan siswa sebagai masyarakat global). Sosial adalah memahami berbagai keterampilan yang diperlukan abad 21 (memahami peluang mengembangkan diri sebagai guru IPS, memahami berbagai keterampilan yang diperlukan siswa abad 21).

“Kebijakan Umum Pembelajaran IPS di Madrasah Provinsi Riau meliputi insersi  nilai-nilai pendidikan Agama Islam ke dalam pembelajaran IPS di Madrasah melalui pengayaan kurikulum, dan insersi Pendidikan Anti Korupsi ke dalam pembelajaran IPS di Madrasah bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi,” ungkap Mahyudin.

Sementara itu Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau, Dr H Muhammad Syaifuddin S Ag  M Ag, Webinar Nasional merupakan bagian dari ikhtiar nyata dari akademik untuk melakukan penguatan- penguatan kurikulum, kemitraan dan lainnya.  

“Untuk itu kita merangkul semua pihak, khususnya Kemenag, karena Kemenag merupakan bagian terpenting karena berhubungan langsung dengna alumni yang dihasilkan oleh universitas,” ujarnya singkat. (mus/faj/anto/ana)

 

 

Â