0 menit baca 0 %

Kakanwil Kemenag Riau Beri Pembinaan pada 47 Guru dan Pegawai MTsN 2 Pekanbaru

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA didampingi Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Dr H Muliardi M Pd dan kepala MTsN 2 Pekanbaru Gafardi S Ag M Pd I, memberikan Pembinaan pada Guru dan Karyawan dalam Pembelajaran Masa Covid-19 di Lingkungan MTsN 2 Pekanbaru, Sel...

Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA didampingi Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Dr H Muliardi M Pd dan kepala MTsN 2 Pekanbaru Gafardi S Ag M Pd I, memberikan Pembinaan pada Guru dan Karyawan dalam Pembelajaran Masa Covid-19 di Lingkungan MTsN 2 Pekanbaru, Selasa (25/8/2020) di Aula MTsN 2 Pekanbaru.

Dihadapan 47 guru dan pegawai MTsN 2 Pekanbaru, Mahyudin menyebutkan, ditengah mewabahnya Covid-19 proses belajar mengajar harus tetap berjalan, untuk itu berbagai system pembelajaran diterapkan di sekolah dan madrasah, termasuk madrasah di Provinsi Riau.

“Sejak mewabahnya Covid-19 pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan motede belajar secara daring (dalam jaringan) atau online. Untuk daerah- daerah yang terisolir tidak terjangkau oleh jaringan diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran secara luring (luar jaringan). Dan Alhamdulillah, di MTsN 2 Pekanbaru walau tidak 100 %  during, tapi proses belajar tetap berjalan dengan berbagi inovasi yang dilakukan guru untuk memaksimalkan pelaksanaan proses belajar di madrasah dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan,” jelas Mahyudin.

Ditambahkan Muliardi, hampir sebagian besar madrasah di Riau menerapkan system sistem pembelajaran daring dan luring. Bagi siswa yang berada di daerah yang terjangkau oleh jaringan internet, hampir keseluruhan memakai system daring melalui e-learning yang saat ini sudah didukung oleh aplikasi telekomunikasi sehingga bisa mengontrol aktivitas siswa secara keseluruhan.  Sementara untuk siswa yang berada didaerah terisolir dan sulit dijangkau oleh jaringan serta minimnya prasarana seperti handphone dan lainnya, siswa diberikan pembelajaran secara luring dengan memberikan penugasan setiap minggunya oleh guru pengajar dan dijemput oleh orang tua siswa.

“Dua system ini banyak digunakan oleh madrasah yang berada jauh di luar kota, ini merupakan bentuk kemudahan yang kita berikan kepada siswa yang jauh dan kurang mampu dengan tetap malakukan kontrol terhadap para siswa,” ungkap Muliardi.

Sementara itu Gafardi mengatakan, system pembelajaran MTsN 2 Pekanbaru telah menerapkan Pembelejaran Jarak Jauh (PJJ) dengan jumlah siswa 450 orang. Dari jumlah tersebut 75 ?lajar secara daring dan 25 % secara luring.

“Alhamdulillah tadi kita sudah menerima pembinaan langsung dari Kakanwil terkait system pembelajaran di masa Covid-19 sekaligus evaluasi yang telah kita lakukan selama ini, walau memang system pembelajaran PJJ tidak semaksimal belajar tatap muka,” ungkapnya dan berharap wabah menular tersebut segera berlalu sehingga aktivitas anak didik dapat berjalan lancar dan program tahfiz MTsN 2 Pekanbaru dapat diluncurkan. (mus/ana/eka/faj)