0 menit baca 0 %

Kakanwil Kemenag Riau Serahkan Bantuan Pembelajaran Daring untuk 66 Pesantren di Kampar

Ringkasan: Kampar (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA didampingi Kabid Pakis Drs H Fairus MA dan Kakankemenag Kabupaten Kampar H Alfian M Ag memberikan pembinaan sekaligus menyerahkan bantuan pembelajaran daring dalam bentuk bantuan operasional (BOP) secara simbolis kepada Pondok Pesantren di Kabup...

Kampar (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA didampingi Kabid Pakis Drs H Fairus MA dan Kakankemenag Kabupaten Kampar H Alfian M Ag memberikan pembinaan sekaligus menyerahkan bantuan pembelajaran daring dalam bentuk bantuan operasional (BOP) secara simbolis kepada Pondok Pesantren di Kabupaten Kampar, Kamis (3/9/2020) bertempat di Aula Kemenag Kampar.

Bantuan di masa pandemi Covid-19 diberikan kepada 66 Pondok pesantren yang ada di Kabupaten Kampar dengan besaran Rp15 juta per pondok. Dengan total Rp990 juta bantuan tersebut disalurkan untuk semua pondok yang tersebar di Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar, seperti Pondok Pesantren Darun Nahdhah, Pondok Pesantren Al- Ihsan Boarding School dan lainnya.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik khususnya dalam pembelajaran daring di Pondok Pesantren. Bantuan ini merupakan bagian perhatian Pemerintah Kementerian Agama terhadap pondok pesantren yang jumlahnya cukup banyak di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau. Ini merupakan tahap awal dan akan ada lagi bantuan untuk pondok pesantren yang besarannya lebih besar dari yang diterima saat ini, sekitar Rp25 juta- Rp50 juta tergantung besar dan jumlah santri pondok pesantren,” jelas Mahyudin usai memberikan arahan dan penyerahan secara simbolis kepada pondok pesantren di Kampar.

Fairus menambahkan, secara nasional bantuan pembelajaran daring diberikan kepada 14.115 lembaga di Indonesia, masing-masing lembaga mendapat Rp15 juta. Sedangkan di Provinsi Riau diberikan kepada 209 lembaga dengan total anggaran sekitar Rp3,135 M. Penerima terbesar berada di Kabupaten Kampar sebanyak 66 pesantren total anggaran Rp990 juta.

“Bantuan daring diberikan kepada pondok pesantren yang telah, akan dan belum melaksanakan pembelajaran secara daring. Untuk itu kita berharap, setelah keluarnya ketetapan pesantren penerima bantuan pembelajaran daring hendaknya segera menindaklanjuti bantuan tersebut dengan sesegara mungkin mengaktivasi segala persyaratan administrasi yang diminta, karena aktivasi tinggi akan mempengaruhi tingkat bantuan selanjutnya,” tegasnya.

Ia menjelaskan BOP diberikan kepada pesantren yang aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, serta terdaftar pada Kantor Kementerian Agama. Status terdaftar ini dibuktikan dengan Nomor Statistik Lembaga. "BOP berbentuk bantuan uang tunai yang berasal dari DIPA Pusat/DIPA Daerah Tahun 2020 untuk itu pertanggungjawabannya harus jelas,” tambanya.

Ditempat terpisah Alfian menambahkan dengan adanya bantuan untuk pembelajaran daring di Pesantren akan memberikan kemudahan bagi lembaga dan santri sebagai komponen pendukung pelaksanaan pembelajaran online, seperti data paket internet, kabel, clip on mic dan kebutuhan relevan lainnya.

“Terimakasih kepada Kementerian Agama pusat dan Provinsi Riau yang telah mengupayakan adanya bantuan untuk pesantren ini, tentu ini sangat membantu pihak lembaga dan santri ditengah Covid-19 saat ini. Untuk itu, kepada penerima bantuan hendaknya dalam penggunaan anggaran mengacu pada petunjuk teknis untuk menjamin efektifitas, efisieni, ketepatan sasaran, dan kegunaan pelaksanaan bantuan pembelajaran daring pada masa Pandemi Covid- 19,” harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kasi Pondok Pesantren dan Ma’had Aly Dr H M Fakhri MA, Kasi Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Alqur’an Drs H Dahlan MA, Kasubbag TU Kemenag Kampar H Fuadi Ahmad, Kasi- kasi pada Kemenag Kampar, dan Pimpinan Pondok Pesantren se Kabupaten Kampar. (ana/mus/faj)

baca juga pesantren penerima bantuan tahap I di Riau>>> 

https://riau.kemenag.go.id/berita/525863/209-Pondok-Pesantren-di-Riau-Terima-Bantuan-Covid-Kemenag-RI