0 menit baca 0 %

Kakanwil Memonitoring Sistem Pembelajaran MAN 3 Kampar di Era New Normal

Ringkasan: Kampar (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr H Mahyudin MA, didampingi Kasi Kurikulum H Muliardi M, memonitoring pelaksanaan pembelajaran MAN 3 Kampar di Era New Normal, Kamis (30/7/2020).Tim Kakanwil Kemenag Riau disambut oleh Kakankemenag Kabupaten Kampar Drs H Alfian M...

Kampar (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr H Mahyudin MA, didampingi Kasi Kurikulum H Muliardi M, memonitoring pelaksanaan pembelajaran MAN 3 Kampar di Era New Normal, Kamis (30/7/2020).

Tim Kakanwil Kemenag Riau disambut oleh Kakankemenag Kabupaten Kampar Drs H Alfian M Ag, Kasi Penmad Kampar, Dr H Faizin, M Pd, Kepala MAN 3 Kampar Martapuri M, MA, Komite, dan para guru di ruang kerja Kepala sebelum dilakukan monitoring kebeberapa ruang belajar di MAN 3 Kampar.

Martapuri dalam penjelasannya menyebutkan, sistem pembelajaran di era new normal dilaksanakan secara during dan luring. Dari 404 siswa, 358 siswa mengikuti pembelajaran secara during, sedangkan 46 siswa sisanya melakukan belajar secara luring (offline).

Beberapa alasan yang menyebabkan adanya siswa yang melaksanakan belajar secara luring adalah karena tempat tinggal siswa yang cukup rerisolir, sehingga listrik dan sinyas sering mati hidup, bahkan beberapa daerah listrik hanya hidup saat malam hari saja. Selain itu, kondisi ekonomi yang cukup lemah, menyebabkan siswa tidak memiliki hp, dan kalupun hp ada siswa tidak memiliki cukup uang untuk membali pulsa .

“Dengan keterbatasan tersebut, baik listrik, jaringan, hp dan paket, kita mengambil kebijakan dengan luring. Jadi anak- anak yang luring akan mengambil pelajaran/ materi di madrasah sekali seminggu. Sedangkan yang during tetap dilakukan setiap hari kecuali hari libur,” jelasnya.

Usai melakukan tinjauan, Mahyudin menyebutkan, Kementerian Agama melalui Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) telah mengeluarkan panduan kurikulum darurat pada madrasah. Dimana, guru diharapkan kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan media pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar untuk tercapainya tujuan pembelajaran.

“Apa yang dilakukan oleh MAN 3 Kampar dengan sistem pembelajaran during dan laring merupakan langkah yang tepat untuk mengantisipasi daerah yang masih terisolir di daerah Kampar. Apapun harus dilakukan demi terjapainya tujuan pembelajaran,” ungkap Mahyudin dan berharap MAN 3 Kampar terus berinovasi dalam mensukseskan anak didik dalam belajar. (mus/khairul/meti/eman)