0 menit baca 0 %

Kankemenag Inhil Hadiri dan Beri Sambutan Perayaan Natal 2023 Kab. Inhil

Ringkasan: Tembilahan (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir H. Harun,S.Ag.,M.Pd mengisi sambutan momen Perayaan Natal Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) 2023, GBIS MD Riau GBIS Syalom Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Rabu (06/12/2023).Perayaa...

Tembilahan (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir H. Harun,S.Ag.,M.Pd mengisi sambutan momen Perayaan Natal Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) 2023, GBIS MD Riau – GBIS Syalom Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Rabu (06/12/2023).

Perayaan Natal  mengusung Tema “Yesus Datang Memperbaharui Kita Dengan Kasihnya”, (Zefanya 3 : 17).

Perayaan natal diisi dengan laporan ketua panitia,  persembahan pujian-pujian, khotbah, sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir H. Harun,S.Ag.,M.Pd yang diwakili Kasubag Tata Usaha H. Zainal Abidin,S.Ag.,M.Pd, sambutan Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, serta penyerahan hadiah undian doorprize.

Sementara itu kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir H. Harun,S.Ag.,M.Pd yang diwakili Kasubag Tata Usaha H. Zainal Abidin,S.Ag.,M.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk menjaga kerukunan umat beragarama di Indonesia salah satunya dengan penguatan moderasi beragama. Penguatan moderasi beragama adalah bagaimana kita merubah cara pandang kita dan tingkah laku kita dalam beragama dengan mengedepankan toleransi serta saling menghargai dan menghormati sesama umat beragama.

Moderasi umat beragama ini, tambahnya, bukan berarti mencampuradukkan ajaran umat beragama, namun lebih kepada sikap saling memahami, saling menyayangi, saling menghargai dan menghormati sesuai dengan ajaran masing-masing. Dengan demikian akan membawa kebaikan, kasih sayang kepada sesama makhluk dan juga dapat menjaga keutuhan NKRI.

“Salah satu strategi untuk merawat kebhinekaan yang multi kultural, multi etnis dan multi agama ya melalui moderasi beragama”, tutupnya.  ***(Ria)