0 menit baca 0 %

Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Gelar Bimtek Bagi 24 Operator EMIS MDTA

Ringkasan: Kampar ( Inmas ) --- Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar melalui seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menggelar  Bimbingan Teknis   Education Management Information System (EMIS)  4.0, Bimtek ini tujuannnya  untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para operator EMIS madrasa...

Kampar ( Inmas ) --- Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar melalui seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menggelar  Bimbingan Teknis   Education Management Information System (EMIS)  4.0, Bimtek ini tujuannnya  untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para operator EMIS madrasah  terkait penerapan sistem baru ini di seksi PD Pontren  yang dilaksanakan di aula Kantor Kementerian Agama Kampar  Selasa, 15 /8/2023.

EMIS 4.0 ini merupakan suatu sistem pendataan pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama, di mana saat ini tengah melakukan revitalisasi dan pengembangan untuk menghadirkan sistem yang lebih baik dan lebih andal dengan didukung oleh teknologi yang lebih mutakhir serta beberapa terobosan baru. 

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar didampingi Kasi PD Pontren H. Ahmad Fadhli, SH, MM, Staf PD Pontren H. Masnur, M.Sy, Ketua MK2DT kab. Kampar Jasdion, S.Ag, serta Nara sumber sdr. Reza dan diikuti oleh 24 operator MDTA se Kab. Kampar.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, H. Fuadi Ahmad, SH, MAB  saat membuka acara mengapresiasi kehadiran para operator EMIS yang dinilainya sebagai “roh” dari madrasah Diniyah Awaliyah.

“Karena dipastikan lembaga pendidikan itu tidak akan  bisa berjalan jika tidak mempunyai finansial, untuk mendapatkan finansial faktor utamanya diperlukan data, hari ini lewat sistem, tidak lagi dibutuhkan data manual. Lewat penyususnan program dan data, akan dapat mengalokasikan anggaran apabila data-data yang diperlukan telah bisa diakses lewat aplikasi,EMIS, ucapnya

Fuadi  menilai peran operator EMIS sangat penting dalam hal ini. Mengingat madrasah  Diniyah Awwaliyah atau pendidikan lainnya tidak akan bisa mendapatkan bantuan dana seperti BOP, Insentif maupun bantuan-bantuan lainnya tanpa adanya kesesuian data EMIS yang diinput oleh operator. 

“Sekali lagi saya mengapresiasi kehadiran para peserta, narasumber dan panitia dalam rangka memperkuat data kita, silahkan bapak dan ibu menanyakan kendala yang ditemui dalam mengisi data di EMIS, Itu penting,” tambah Fuadi ( Ags/Fatmi )