Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi MI dan MTs Direktorat KSKK Kemenag RI, Ibu Dra. Chundasah, M.Si, melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan AKMI di Kota Pekanbaru, Kamis (4/10). Monitoring dilakukan di MI Al Ikhwan dan MI Al Jalil yang melaksanakan AKMI pada Gelombang 2, yakni dimulai tanggal 4-5 Oktober 2023.
Pada monitoring evaluasi pelaksanaan AKMI di MI Al Ikhwan dan MI Al Jalil, Chundasah didampingi oleh Muhtar Asfari, S.PdI, M.PdI, selaku Koordinator Kurikulum dan Pembelajaran Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Helda Munirah, M.Pd, Koordinator Komponen 2 AKMI dan Ferianto Riau Wibowo, S.Ag, Annur Rizqo, A.MdT selaku DM (database manager) AKMI Kota Pekanbaru.
Dalam monitoring kali ini, Chundasah selaku Kasi Kurikulum dan Evaluasi MI dan MTs Direktorat KSKK turun langsung memantau proses pelaksanaan AKMI. Monitoring evaluasi ini dilakukan untuk melihat langsung bagaimana proses pelaksanaan AKMI di madrasah dan apa saja kendala yang dihadapi selama asesmen berlangsung, termasuk persiapan madrasah, guru-guru dan siswa mengikuti AKMI.
Monev AKMI ini disambut langsung oleh Kepala Madrasah MI Al Ikhwan, Nurhadi, M.Pd dan Muji Herlinda Kepala MI Al Jalil. Alhamdulillah pelaksanaan asesmen di MI Al Ikhwan yang diikuti 40 siswa pada gelombang 2 ini, berjalan lancar, baik sesi 1 maupun sesi 2. Sementara itu AKMI di MI Al Jalil sedikit tertunda dikarenakan ada pemadaman listrik dari PLN. Meski listrik padam, asesmen pada sesi 1 sudah selesai terlaksana. Untuk sesi 2 menunggu listrik menyala kembali dan siswa kelas 5 peserta asesmen dapat melanjutkan asesmen hari kedua ini, yakni literasi sains dan sosial-budaya.
Disela monevnya, Chundasah menyempatkan untuk berkeliling ke kelas-kelas melihat proses belajar mengajar berlangsung. Dalam kunjungan ini, kepala madrasah secara langsung dapat berkonsultasi dan berdiskusi terkait IKM dan implementasinya.
Chundasah mengatakan jangan resah dan ragu untuk melaksanakan IKM. Untuk tahun pertama melaksanakan IKM, tentunya tidak langsung sukses, semuanya butuh proses dan bertahap. "Yang penting madrasah sudah siap melaksanakan, guru siap memerdekakan siswa dalam belajar dan mengantarkan siswa menjadi mandiri dan meraih prestasi yang membanggakan. Insyaallah hasilnya baik", jelasnya.