0 menit baca 0 %

KASI PAIS H. RAJUKI RIDWAN, MA SAMPAIKAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA KEGIATAN BIMTEK IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PAI SD

Ringkasan: Indragiri Hulu,(Inmas). Sabtu 20 Agustus 2022, Kepala Seksi PAIS Kankemenag Kab. Inhu, H. Rajuki Ridwan, MA selaku Ketua Panitia melaksanakan Pengalungan Kartu Peserta dan Penyerahan ATK kepada perwakilan peserta Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar di...

Indragiri Hulu,(Inmas). Sabtu 20 Agustus 2022, Kepala Seksi PAIS Kankemenag Kab. Inhu, H. Rajuki Ridwan, MA selaku Ketua Panitia melaksanakan Pengalungan Kartu Peserta dan Penyerahan ATK kepada perwakilan peserta Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar dilanjutkan dengan penyampaian materi Penguatan Moderasi Beragama, tempat Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pematang Reba.
Moderasi beragama sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku yang selalu mengambil posisi ditengah-tengah, selalu bertindak adil dan tidak ekstrem dalam beragama. Moderasi beragama kunci terciptanya toleransi dan kerukunan. Dengan melaksanakan moderasi beragama, maka keragaman dapat disikapi dengan bijak, serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Moderasi beragama bukan berarti memoderasi agama, karena agama dalam dirinya sudah mengandung prinsip moderasi, yaitu keadilan dan keseimbangan. Agama tidak perlu dimoderasi lagi. Namun cara seseorang beragama harus selalu didorong ke jalan tengah, harus senantiasa dimoderasi, karena ia bisa berubah menjadi ekstrem, tidak adil, bahkan berlebih-lebihan, ujar H. Rajuki Ridwan menyampaikan materinya.
Selaku Guru Pendidikan Agama Islam, harus menjadi role model bagi lingkungan maupun masyarakat yang mampu melahirkan sikap, perbuatan, kebijakan maupun  di dalam beribadah yang mendukung praktik beragama yang moderat dan juga melaksanakan sosialisasi diberbagai kesempatan terkait dengan moderasi beragama sekaligus menjadi pelopor moderasi beragama, tambah H. Rajuki.
Implementasi penanaman nilai moderasi beragama kepada peserta didik dengan mengkondisikan suasana kelas dan melakukan pembiasaan yang memungkinkan terbentuknya budaya berfikir moderat dalam beragama serta menyampaikan pesan moral kepada peserta didik, ujar H. Rajuki Ridwan mengakhiri pembinaan maupun penyampaian materinya.(tulang)