0 menit baca 0 %

KASI PAIS H. RAJUKI RIDWAN, S.Ag., MA MERUPAKAN DUTA MODERASI BERAGAMA, CERAMAH BA DA SUBUH SAMPAIKAN MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI PUASA RAMADHAN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Jum at 14 April 2023/23 Ramadhan 1444 H, Kepala Seksi PAIS Kankemenag Kab. Inhu H. Rajuki Ridwan, S.Ag., MA merupakan Duta Moderasi Beragama Kankemenag Kab. Inhu mengisi ceramah agama ba da subuh santapan rohani ramadhan di Masjid Al-Mukhlisin, Kampung Dagang-Rengat dengan j...

Indragiri Hulu, (Inmas). Jum at 14 April 2023/23 Ramadhan 1444 H, Kepala Seksi PAIS Kankemenag Kab. Inhu H. Rajuki Ridwan, S.Ag., MA merupakan Duta Moderasi Beragama Kankemenag Kab. Inhu mengisi ceramah agama ba da subuh santapan rohani ramadhan di Masjid Al-Mukhlisin, Kampung Dagang-Rengat dengan judul Moderasi Beragama Dalam Bingkai Puasa Ramadhan .(tulang)
Moderasi Beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.
Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasikan agama, melainkan memoderasi pemahaman dan pengamalan kita dalam beragama. Moderasi Beragama bukan alasan bagi seseorang untuk tidak menjalankan ajaran agamanya secara serius. Sebaliknya, moderasi dalam beragama berarti percaya dengan esensi ajaran agama yang dipeluknya yang mengajarkan prinsip adil dan berimbang, tetapi berbagi kebenaran sejauh menyangkut tafsir agama.
Islam sebagai agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam semesta). Melalui wahyu Al-Qur an telah menempatkan posisi umatnya (kaum muslimin) sebagai umat yang washathan, yakni mampu menjadi penengah (washith) dalam menyikapi persoalan terjadi di tengah-tengah kehidupan manusia.
Wasathiyah menurut perspektif Al-Qur an yakni dalam QS. Al Baqarah ayat 143 ialah bersikap adil dan pilihan. QS Al-Baqarah ayat 238 wasathiyah bermakna paling baik dan pertengahan.
Penguatan Moderasi Beragama (PMB) merupakan upaya dalam rangka meneguhkan sikap toleransi dan menghindarkan keekstriman dalam praktik beragama dengan tujuan untuk menghadirkan keharmonisan di dalam kehidupan sesama anak bangsa.
Indikator moderasi beragama ada empat, yaitu komintmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi beragama/kearifan lokal, ujar H. Rajuki Ridwan.
Ramadhan selain bulan penuh berkah dan kasih sayang, juga bulan pendidikan agar kita lebih moderat, yaitu dengan melihat manusia sebagai manusia yang seutuhnya tanpa dibeda-bedakan. Bulan Ramadhan menjadikan kita sebagai anggota masyarakat yang selalu berinteraksi dengan sesamanya dan taat hukum bersama, menumbuh kembangkan rasa sayang kepada sesama manusia, terutama kepada orang-orang yang tidak mampu dengan cara berempati maupun memberikan bantuan, baik berupa zakat, infaq, maupun sedekah.
Ramadhan melatih kita untuk menjadi dan merasakan kembali kebersamaan kita sebagai warga negara serta melahirkan sikap dan sifat tahu akan kekurangan dan kelebihannya, dimana dibutuhkan saling memaafkan sesama manusia untuk hidup bersama, demikian rangkaian ceramah yang disampaikan H. Rajuki Ridwan.(tulang)