Indragiri Hulu, (Inmas). Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya’. Shalat tarawih dan witir juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, seperti masjid dan mushala, karena merupakan bagian dari syiar Islam yang harus ditampakkan.
Beberapa hikmah shalat tarawih diantaranya, shalat sunnah paling utama; diampuni dosannya yang telah lalu; shalat tarawih berjamaah seperti qiyamul lail semalam penuh; meningkatkan silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah; serta menyehatkan jasmani dan rohani.
Sebelum shalat tarawih dan witir, biasanya ada ceramah yang disampaikan dengan ringkas dan padat atau yang lebih akrab dikenal dengan nama kultum (kuliah tujuh menit) dengan beragam tema.
Sabtu 15 April 2023/24 Ramadhan 1444 H, Kepala Seksi PAIS Kankemenag Kab. Inhu H. Rajuki Ridwan, S.Ag., MA tausiyah santapan rohani malam Ramadhan di Surau Al Wahab, Kampung Dagang-Rengat dengan tema ”Menyayangi Anak Yatim”.
Bulan Ramadhan sebagai bulan agung yang dimuliakan Allah SWT dan Rasulullah SAW, sebagai sarana untuk beramal demi meraih pahala yang berlipat ganda, salah satunya menyantuni maupun menyayangi anak-anak yatim-piatu.
Allah SWT berfirman, yang artinya:
‘Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin”. [Al Ma’un : 1-3]
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” [HR. Abu Ya’la dan Thabrani, Shahih At Targhib, Al-Albaniy: 2543].
Begitu istimewanya anak-anak yatim itu, sehingga Rasulullah SAW mengatakan:
“Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhari]
Amat sangat disayangkan sekali ibadah Ramadhan yang kita jalani berlalu tanpa kebaikan untuk mereka. Anak-anak yatim, merupakan amanah Allah SWT yang dititipkan kepada kita, mereka adalah bagian dari potret hidup yang menggambarkan, bahwa sesungguhnya “sangat tidak nyaman” ketika seorang anak tidak memiliki ayah sebagai pelindung, memberinya makan dan pakaian, dan hal kebahagiaan yang lainnya.
Mereka lah sumber cahaya, yang dapat melunakkan hati yang keras, mengenyahkan sifat-sifat bakhil/kikir terhadap harta, serta menjadi sarana bagi dibukanya pintu-pintu rezeki.
Rasulullah SAW mengatakan, yang artinya:
“Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabi pun bertanya: sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” [HR Thabrani, Targhib]
Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun dua malaikat. Lalu salah satunya berkata, “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata, “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” [HR. Al-Bukhari no. 1442 & Muslim no.1016]
Menyayangi mereka, bukan sekadar mengajaknya berbuka puasa bersama, namun harus lebih dari itu, memberikan sedekah dengan menyisihkan harta untuk mereka bersekolah dan menyiapkan mereka bersuka cita di hari kemenangan (’Idul Fitri).
Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
“Sedekah itu tak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” [HR. Muslim no. 2588]
Mari kita tingkatkan dan optimalkan ibadah Ramadhan dengan salah satunya mengasihi,menyayangi dan menyantuni anak-anak yatim. Setelah Ramadhan pun kita berkewajiban untuk memperhatikan mereka, karena sesungguhnya mereka pun memiliki hak untuk diperhatikan, bukan hanya di bulan bulan Ramadhan saja, demikian penutup santapan rohani ramadhan yang disampaikan H. Rajuki Ridwan.(tulang)
KASI PAIS KEMENAG INHU, H. RAJUKI RIDWAN, S.Ag., MA TAUSIYAH SANTAPAN ROHANI RAMADHAN “MENYAYANGI ANAK YATIM”
Ringkasan:
Indragiri Hulu, (Inmas). Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya . Shalat tarawih dan witir juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, seperti masji...