0 menit baca 0 %

KASI PHU H. A. RAZAK, S.Ag., M.Pd.I KULTUM SANTAPAN ROHANI RAMADHAN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Pada bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan, umat Islam tidak hanya dianjurkan memperbanyak ibadah di siang harinya saja, malam hari pun juga diantaranya melaksanakan shalat sunnah tarawih dan witir setelah shalat Isya .Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih merupakan salah...

Indragiri Hulu, (Inmas). Pada bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan, umat Islam tidak hanya dianjurkan memperbanyak ibadah di siang harinya saja, malam hari pun juga diantaranya melaksanakan shalat sunnah tarawih dan witir setelah shalat Isya’.
Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya’. Shalat tarawih dan witir juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, seperti masjid dan mushala, karena merupakan bagian dari syiar Islam yang harus ditampakkan.
Beberapa hikmah shalat tarawih diantaranya, shalat sunnah paling utama; diampuni dosannya yang telah lalu; shalat tarawih berjamaah seperti qiyamul lail semalam penuh; meningkatkan silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah; serta menyehatkan jasmani dan rohani.
Sebelum shalat tarawih dan witir, biasanya ada ceramah yang disampaikan dengan ringkas dan padat atau yang lebih akrab dikenal dengan nama kultum (kuliah tujuh menit) dengan beragam tema yang dapat menambah pengetahuan/pemahaman tentang keagamaan Islam sekaligus untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.
Senin 27 Maret 2023/05 Ramadhan 1444 H, Kepala Seksi PHU Kankemenag Kab. Inhu H. A. Razak, S.Ag., M.Pd.I sampaikan kultum santapan rohani malam ramadhan di Masjid Nurul Amal, komplek perkantoran pemkab Inhu dengan judul “Islahul Qolbi”.
Rasullullah SAW bersabda, yang artinya Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, (maka) baiklah seluruh tubuhnya. Dan apabila segumpal daging tersebut buruk, (maka) buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati. (HR. Bukhori dan Muslim), ujar H. A. Razak.
Atas dasar inilah maka memperbaiki hati  (islahul qolbi) merupakan perkara yang paling utama bagi setiap orang yang ingin menempuh jalan menuju ridlo Allah SWT.
Mengakhiri kultum yang disampaikannya, A. Razak mengajak jemaah untuk menghindarkan diri dari penyakit hati, di antaranya: Cinta Dunia; Iri/Dengki/Hasad; Sombong dan Membanggakan Diri; dan Riya atau Suka Pamer.(tulang)