Indragiri Hulu, (Inmas). Selasa 19 September 2023, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kab. Inhu Hendriadi, S.Ag., M.Pd.I berikan sambutan/arahan sekaligus secara resmi membuka dilanjutkan dengan penyampaian materi Kebijakan Menteri Agama dan Moderasi Keberagaman dalam kegiatan Pelatihan MGMP Ekonomi 0006 Jenjang Madrasah Aliyah (MA) Program PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) Guru dan Tendik Madrasah Dirjen Pendis Tahun Anggaran 2023 Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Tempat: MA Ponpes Khairul Ummah, Desa Batu Gajah Kec. Pasir Penyu.
Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut Kepala MA Swasta Nurul Falah Air Molek, Hardianto, S.Pd.I selaku Pembina MGMP dan Kepala MA Ponpes Khairul Ummah Abdul Kemal Batubara, Lc., MH selaku Tuan Rumah.
Peningkatan mutu guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan di madrasah dilaksanakan melalui skema Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB). Bentuk dukungan pemerintah melalui implementasi proyek Realizing Education’s Promise: Support to Indonesia’s Ministry of Religious Affairs for Improved Quality of Education (Madrasah Education Quality Reform) – yang disingkat REP-MEQR, yaitu sebuah program investasi SDM yang dikembangkan Kementerian Agama yang sumber pendanaannya melalui Pinjaman Luar Negeri Bank Dunia (IBRD Loan No.8992-ID) dari tahun 2020 s.d 2024.
Fokus program tersebut dilakukan di kelompok kerja terdekat yaitu melalui kegiatan dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), Kelompok Kerja Madrasah (KKM), dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah dengan memberikan bantuan dalam bentuk block grant.
Kegiatan PKB melalui MGMP kiranya tetap dilaksanakan secara konsisten walaupun telah berakhirnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah, ujar Kasi Penmad Hendriadi.
Indonesia adalah negara yang penuh dengan bentuk keberagaman, mulai dari suku, agama, ras, dan juga keberagaman antar golongan. Hal tersebut membuat Indonesia rentan terpecah-belah akibat perbedaan/keberagaman yang ada. Oleh karenanya, diperlukan sifat toleran dan juga tenggang rasa terhadap perbedaan dan kemajemukan yang ada di masyarakat. Sifat toleransi harus diutamakan dalam menyikapi keberagaman, baik di madrasah maupun lingkungan dimana kita tinggal, ujar Kasi Penmad mengisi materi Moderasi Keberagaman.
Moderasi Keberagaman merupakan kunci untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan demi mencegah proses perpecahan.
Kerukunan merupakan kunci untuk menjaga keberagaman yang harus dikelola dengan baik agar semua anak bangsa bisa berkembang dan melengkapi dalam rangka mewujudkan kehidupan kebangsaan yang harmonis, ungkap Kasi Penmad Hendriadi mengakhiri materinya.
Pembukaan pelatihan ditandai dengan pengalungan kartu peserta kepada perwakilan peserta.(tulang)