Kuansing ( inmas ) MIN 1 Kuantan Singingi setiap Hari Sabtu pagi melaksanakan kegiatan pembiasaan literasi. Kegiatan ini dinamakan gerakan literasi sekolah yang dilaksanakan selama 15 menit di halaman sekolah secara bersamaan dimana di ikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas I sampai dengan kelas VI. Kegiatan pembiasaan pagi ini dilaksanakan sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.
Sebelum pembiasaan literasi dimulai seluruh peserta didik dipersilahkan mengambil buku fiksi di perpustakaan. Kegiatan ini dikoordinir oleh guru piket yang bertugas di hari sabtu. Peserta didik secara bersamaan membaca buku yang telah dipersiapkan sebelumnya selama 15 menit, lalu kemudian guru pembimbing memilih beberapa dari peserta didik untuk membaca dan menceritakan secara singkat cerita yang dibaca, menanyakan alur cerita, tokoh cerita, karakter tokoh serta poin-poin penting dari buku yang telah dibaca oleh peserta didik tersebut.
Pembiasaan literasi ini mempunyai beberapa tujuan seperti memberantas buta aksara, meningkatkan minat baca peserta didik, menumbuhkan budaya literasi masyarakat. Hingga meningkatkan daya saing bangsa melalui program penguatan pendidikan. Gerakan literasi sekolah adalah menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran berbudaya literasi, dan membentuk warga sekolah yang literasi dalam hal baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya serta kewargaan.
Literasi di sekolah adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, dengan tujuan untuk menggali minat peserta didik dan seluruh warga sekolah untuk melakukan literasi. Dengan adanya pembiasaan literasi ini diharapkan peserta didik min 1 kuantan singingi mampu untuk mengembangkan potensi yang ada didalam diri nya dalam kegiatan membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. (Devi Amalia Pandini.S.E)
“Buku Adalah Pembawa Peradaban. Tanpa Buku, Sejarah Itu Sunyi, Sastra Itu Bodoh, Sains Lumpuh, Pemikiran Dan Spekulasi Terhenti. Buku Adalah Mesin Perubahan, Jendela Di Dunia, Mercusuar Yang Didirikan Di Lautan Waktu.” (Barbara W. Tuchman)