0 menit baca 0 %

KEGIATAN PROGRAM PKB MGMP BAHASA KAB. INDRAGIRI HULU SECARA RESMI DIBUKA KASI PENMAD HENDRIADI, S.Ag., M.Pd.I DILANJUTKAN DENGAN MATERI KEBIJAKAN MENTERI AGAMA & MODERASI KEBERAGAMAN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Peningkatan mutu guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan di madrasah dilaksanakan melalui skema Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB). Bentuk dukungan pemerintah melalui implementasi proyek Realizing Education s Promise: Support to Indonesia s Ministry...

Indragiri Hulu, (Inmas). Peningkatan mutu guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan di madrasah dilaksanakan melalui skema Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB). Bentuk dukungan pemerintah melalui implementasi proyek Realizing Education’s Promise: Support to Indonesia’s Ministry of Religious Affairs for Improved Quality of Education (Madrasah Education Quality Reform) – yang disingkat REP-MEQR, yaitu sebuah program investasi SDM yang dikembangkan Kementerian Agama yang sumber pendanaannya melalui Pinjaman Luar Negeri Bank Dunia (IBRD Loan No.8992-ID) dari tahun 2020 s.d 2024. 

Fokus program tersebut dilakukan di kelompok kerja terdekat yaitu melalui kegiatan dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), Kelompok Kerja Madrasah (KKM), dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah dengan memberikan bantuan dalam bentuk block grant, ujar Kasi Penmad Kankemenag Kab. Inhu Hendriadi, S.Ag., M.Pd.I (duduk urut tiga dari sisi kiri) ketika memberikan sambutan/arahan kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) pada MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah Kab. Indragiri Hulu, tempat: Aula Asrama MAN 1 Inhu.

Turut hadir mendampingi Pengawas MTs/MA Kemenag Kab. Inhu Dra. Hasanah dan Kepala MAN 1 Inhu Suparman, S.Ag., M.Pd.

Mengakhiri arahannaya, Kasi Penmad berharap agar kegiatan PKB melalui MGMP tetap dapat dilaksanakan secara konsisten walaupun telah berakhirnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

Indonesia adalah negara yang penuh dengan bentuk keberagaman, mulai dari suku, agama, ras, dan juga keberagaman antar golongan. Hal tersebut membuat Indonesia rentan terpecah-belah akibat perbedaan/keberagaman yang ada. Oleh karenanya, diperlukan sifat toleran dan juga tenggang rasa terhadap perbedaan dan kemajemukan yang ada di masyarakat. Sifat toleransi harus diutamakan dalam menyikapi keberagaman, baik di madrasah maupun lingkungan dimana kita tinggal, ujar Kasi Penmad mengisi materi Moderasi Keberagaman.

Moderasi Keberagaman merupakan kunci untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan demi mencegah proses perpecahan.

Kerukunan merupakan kunci untuk menjaga keberagaman yang harus dikelola dengan baik agar semua anak bangsa bisa berkembang dan melengkapi dalam rangka mewujudkan kehidupan kebangsaan yang harmonis, ungkap Kasi Penmad Hendriadi mengakhiri materinya.(tulang)