Kuansing (Inmas) Duka menyelimuti Keluarga Besar Kantor Urusan Agama Kec. Kuantan Mudik. Berita duka ini datang dari salah seorang keluarga tenaga Penyuluh Agama Islam Kuantan Mudik, Nurdahlenni Harahap, S.Ag. Menurut informasi yang diterima, suami beliau meninggal dunia sekitar pukul 14.05 WIB, Ahad siang kemarin di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru.
Senin pagi (04/12/2023), pukul 07.30 WIB pegawai KUA Kuantan Mudik bersama-sama berangkat menuju rumah duka. Perjalanan ke rumah duka memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Pasar Lubuk Jambi. Sesuai informasi, jenazah telah diberangkatkan dari Pekanbaru sore kemarin dan akan dikebumikan pagi ini di daerah TBS Desa Lubuk Ramo, Kec. Kuantan Mudik.
Menurut pihak keluarga, Nurdahlenni sebagai istri almarhum mengakui bahwa suaminya meninggal dunia karena penyakit usus dan ginjal yang dideritanya. Dua minggu yang lalu suaminya harus dirawat di RSUD Teluk Kuantan. Sempat dirawat beberapa hari disana kemudian dokter menyarankan agar segera dibawa dan dirujuk ke RS Syafira Pekanbaru.
Selama menjalani pengobatan di RS Syafira Pekanbaru, perkembangan kondisi kesehatan almarhum mengalami naik turun. Kemudian akhirnya tenaga medis mengambil tindakan untuk melakukan operasi. Setelah operasi dilakukan kondisi kesehatannya mulai membaik sebentar, namun kemudian akhirnya menurun kembali dan mengalami koma.
"Ternyata Allah berkehendak lain. Allah memberikan takdir yang terbaik untuknya. Siang kemarin almarhum menghembuskan nafas terakhirnya. Ikhtiar terbaik sudah kami upayakan untuk kesembuhannya. Namun kami harus kehilangan sosok suami dan ayah dari anak-anak. Kami harus merelakan beliau pergi, " tutur Nurdahlenni.
Pegawai yang turut hadir di rumah duka, mewakili Keluarga Besar KUA Kuantan Mudik menyampaikan rasa turut berduka yang mendalam. Semua ikut bersedih dengan kejadian ini. "Sebagai satu keluarga, kami juga turut merasakan kesedihan seperti yang Bu Nurdahlenni rasakan. Kehilangan sosok tulang punggung dan panutan keluarga memang terasa berat, namun begitulah kehendak-Nya yang terbaik. Kita mesti tabah dan sabar menerima," ucap salah seorang pegawai berusaha menentramkan hati keluarga. (YZG)