0 menit baca 0 %

Kemenag Inhil ikuti rapat koordinasi dan komitmen bersama mendukung Kabupaten Indragiri Hilir menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)

Ringkasan: Tembilahan (Inmas) - Bertempat di Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir,  Selasa (28/02) , Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) yang diwakili oleh Bpk. Muhammad Saleh, SH (Kaur Umum Kemenag Kab. Inhil) mengikuti rapat koordinasi dan komitmen bersama mendukung...

Tembilahan (Inmas) - Bertempat di Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir,  Selasa (28/02) , Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) yang diwakili oleh Bpk. Muhammad Saleh, SH (Kaur Umum Kemenag Kab. Inhil) mengikuti rapat koordinasi dan komitmen bersama mendukung Kabupaten Indragiri Hilir menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Rapat ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir didampingi Forkopimda Kabupaten Indragiri Hilir.  


Dalam rapat tersebut dipaparkan evaluasi tentang Kabupaten Layak Anak oleh Kadis P2KBP3A yang sudah dilaksanakan sebelumnya pada Tahun 2022 yang mana hasil Pemeriksaan Administrasi dari Evaluasi Mandiri yang dilakukan sudah cukup baik namun masih perlu ditingkatkan.


Selanjutnya, Sekda meminta kepada seluruh OPD dan stakeholder pada KLA ini untuk bekerjasama dalam pendataan dan pengisian data yang diminta oleh Tim KLA sesuai Klaster.  


Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, dalam hal ini sangat mendukung Indragiri Hilir menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Dan tentunya akan membantu terkait data yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan menuju KLA Tahun 2023 ini. 


Rapat ini ditutup dengan Penandatangan Komitmen Bersama oleh seluruh OPD Terkait. Yakni,  berkomitmen "Membangun Kabupaten Indragiri Hilir Menuju Kabupaten Layak Anak".  Adapun Isi dari Komitmen tersebut adalah "Melaksanakan Pembangunan Berbasis Hak Anak secara Terencana, Menyeluruh dan Berkelanjutan untuk menjamin Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak, agar semua anak dapat hidup, tumbuh dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan, eksploitasi dan deskriminasi." (Riri)