Tembilahan (Inmas) - Analis Kepegawaian Kemenag Inhil, Muhammad Rasyidi, S.Sos, M.Pd, mengikuti Virtual Meeting Sosialisasi Gema Tapera pada hari Rabu (8/3) yang digelar oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat. Kegiatan tersebut membahas mengenai program Rumah Tapera yang menawarkan pembiayaan perumahan dengan bunga rendah kepada masyarakat umum.
Rumah Tapera menawarkan tiga jenis fasilitas pembiayaan perumahan yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Bangun Rumah (KBR), dan Kredit Renovasi Rumah (KRR). BP Tapera juga menawarkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang memiliki uang muka ringan, bebas premi asuransi, dan bebas PPN selama masa angsuran hingga 20 tahun. Program ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pegawai Kemenag Inhil. Dalam acara sosialisasi tersebut, para peserta dapat berkonsultasi mengenai program Rumah Tapera kepada ahlinya serta memenangkan hadiah uang elektronik setiap harinya.
Rasyidi berharap program Rumah Tapera ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan memaksimalkan kemajuan perumahan di Kabupaten Inhil.
BP Tapera menargetkan untuk mengalokasikan pembiayaan Rumah Tapera hingga senilai Rp1,5 triliun untuk KPR, KRR, dan KBR dan FLPP senilai Rp25,18 triliun hingga akhir tahun 2023. Hingga bulan Maret 2023, Rumah Tapera telah menyalurkan pembiayaan FLPP sebanyak 28.948 unit senilai Rp3,23 triliun dan pembiayaan Rumah Tapera sebanyak 606 unit senilai Rp91,42 miliar.
Kementerian Agama Inhil berharap bahwa program Rumah Tapera ini dapat membantu masyarakat untuk memiliki rumah idaman dengan pembiayaan yang terjangkau. Program ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan perumahan di Kabupaten Inhil. *** (Utar/Hd)