0 menit baca 0 %

Kemenag Inhil mengikuti Virtual Meeting Menko PMK tentang Stunting dan Kemiskinan di Provinsi Riau

Ringkasan: Tembilahan (Inmas) - Analis Kepegawaian Kementerian Agama (Kemenag) Inhil,Muhammad Rasyidi, S.Sos, M.Pd mengikuti Virtual Meeting mengenai penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan yang dipimpin oleh Menko PMK RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, pada Kamis (9/3/2023).

Tembilahan (Inmas) - Analis Kepegawaian Kementerian Agama (Kemenag) Inhil,Muhammad Rasyidi, S.Sos, M.Pd mengikuti Virtual Meeting mengenai penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan yang dipimpin oleh Menko PMK RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, pada Kamis (9/3/2023). Virtual Meeting tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan di masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Riau dan mencari solusinya bersama-sama. Hadir juga pada kegiatan tersebut adalah Ketua Stunting Inhil, Kepala Dinas DP2KBP3A, Satgas Stunting, Puskesmas, Pengurus PKK, dan beberapa pejabat eselon dilingkungan Pemkab Inhil.

Menko PMK RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. menegaskan bahwa target penurunan stunting di Indonesia harus di bawah 14 persen dan mengenai kemiskinan ekstrem harus mendekati 0 persen secara nasional pada tahun 2024. Sedangkan Ketua Stunting Inhil, H. Syamsuddin Uti, mengusulkan 10 poin kepada pemerintah pusat untuk penanganan stunting yang ada di Inhil, termasuk usulan untuk tambahan USG sebanyak 30 unit dan alat Antropometri.

Usulan tersebut langsung ditanggapi oleh Menko PMK RI. Kabupaten Indragiri Hilir akan mendapatkan tambahan 30 unit USG dan alat Antropometri yang siap dimobilisasi ke Inhil. Pada kesempatan itu juga, Ketua Stunting menyampaikan permasalahan kondisi geografi Inhil yang sebagian besar perairan dan berharap ada perhatian khusus untuk mengatasi masalah stunting di kabupaten tersebut dengan kolaborasi dari pemerintah.

Muhammad Rasyidi, Analis Kepegawaian Kemenag Inhil, berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat dan ke depannya dapat membantu mengurangi kasus stunting dan kemiskinan di kabupaten tersebut. Dengan adanya kegiatan ini, Rasyidi berharap Kemenag dapat ikut dalam memberikan solusi terkait kesehatan, juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam rangka mempercepat tercapainya target nasional penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan. *** (Utar/Hd)