0 menit baca 0 %

Kemenag Kabupaten Siak Gelar Sosialisasi Deteksi Dini dan Religiosity Index

Ringkasan: Siak (Inmas) Jum at, (16/12/2022), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak langsung bergerak cepat. Usai mengikuti bimbingan teknis religiosity index oleh Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Riau beberapa waktu yang lalu, beliau langsung meneruskan sosialisasi ke satker dan lembaga di bawah Kemen...

Siak (Inmas) – Jum’at, (16/12/2022), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak langsung bergerak cepat. Usai mengikuti bimbingan teknis religiosity index oleh Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Riau beberapa waktu yang lalu, beliau langsung meneruskan sosialisasi ke satker dan lembaga di bawah Kemenag Kabupaten Siak. H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd selaku Kepala Kankemenag Siak membuka dan memberikan materi pada acara sosialisasi Religiocity Index Tahun 2022 yang di diikuti oleh Kasubbag TU, Kasi dan Penyelenggara, Ka. KUA, Pengawas, Ketua Pokjaluh, Kamad MIN, MTsN, MAN dan ASN Kantor Kemenag Siak.

Dalam pengantarnya, H. Erizon Efendi menyamaikan bahwa religiosity index sangat urgen sekali. "Ini adalah sistem respon dan peringatan dini tentang kondisi kerukunan di suatu wilayah. Artinya,masyarakat bisa melaporkan kondisi terkini di daerahnya. Oleh sebab itu, Religiosity Index merupakan program prioritas Kementerian Agama. Jadi, semua elemen Kementerian Agama harus tahu apa itu religiosity index,"tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut H. Erizon Efendi menjelaskan tentang 7 program prioritas Kementerian Agama diantaranya Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Revitalisasi KUA, Cyber Islamic University (Perguruan Tinggi Keagamaan), Kemandirian Pesantren, Religiosity Index dan Pencanangan Tahun 2023. 

“Untuk mewujudkan Program Prioritas Kementerian Agama perlu dilakukan peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama dan pengukuhan suasana kerukunan hidup umat beragama yang harmonis. Jika setiap kita, para pengambil kebijakan dari level terendah sampai yang tertinggi memiliki kemampuan melakukan deteksi dini, mendeteksi gejala-gejala konflik, maka kita akan bisa melakukan mitigasi dengan cepat,” pesannya. (Hd)