0 menit baca 0 %

Kemenag Kampar Taja Buka Bersama

Ringkasan: Kampar (Humas) - Dalam rangka memupuk rasa kebersamaan dan tali silaturrahim di bulan suci Ramadhan, Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar mengadakan buka puasa bersama yang dilaksanakan pada hari Jum’at (26/07) di Ruangan Kantor Kementerian Agama Kab.
Kampar (Humas) - Dalam rangka memupuk rasa kebersamaan dan tali silaturrahim di bulan suci Ramadhan, Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar mengadakan buka puasa bersama yang dilaksanakan pada hari Jum’at (26/07) di Ruangan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Hadir pada acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, Kepala Subbag Tata Usaha H Muhammad Hakam Mag, seluruh Kasi, Kepala KUA, Kepala Madarsah dan seluruh staf dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Dalam arahannya Fairus mengatakan, buka bersama ini telah menjadi agenda setiap tahunnya. dengan harapan dapat memupuk tali silaturrahim antar sesama. Jadikanlan buka bersama ini sebagai media sosial, sarana pelaksanaan ibadah yang tidak saja mahdhoh namun sekaligus menjalankan ibadah ghoiru mahdhoh. Banyak sekali manfaat dengan diadakannya buka puasa bersama ini, misalnya mempererat emosionalitas (ukhuwah), meningkatkan semangat membantu orang lain, menjadi media fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dengan di dalam buka bersama terdapat kegiatan ibadah secara kolektif, dan lain-lainnya. Adanya unsur-unsur yang menjadikan buka puasa bersama ini memiliki manfaat tersendiri di dalam Ramadhan, sehingga memposisikannya sebagai tradisi yang baik yang selayaknya terus dilestarikan serta ditingkatkan kwalitasnya. Unsur ukhuwah di dalam buka bersama misalnya, kandungan ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah Saw sendiri meminta kepada umatnya agar melakukan ukhuwah sebagaimana tersebut dalam hadits yang cukup populer, yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dari sahabat Ibnu Umar, “Seorang Muslim bersaudara dengan Muslim lainnya. Dia tidak menganiaya, tidak pula menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi pula kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan dan seorang Muslim suatu kesulitan, Allah akan melapangkan baginya satu kesulitan pula dan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya di hari kemudian. Barangsiapa yang menutup aib seorang Muslim, Allah akan menutup aibnya di hari kemudian. “ lebih lanjut Fairus mengatakan, kegiatan buka puasa yang dilakukan secara kolektif (berjamaah) ini mungkin belum terdengar di masa sejarah Rasulullah Saw. Akan tetapi, unsur-unsur yang terkandung di dalamnya semuanya memiliki dasar hukum agama yang jelas dan kuat. Dengan demikian, kegiatan ini sangatlah bermanfaat dan diharapkan untuk bisa terus eksis dikalangan masyarakat kita. Alangkah lebih baiknya apabila buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan ini juga ditingkatkan kwalitasnya dan bisa dinikmati jamaah dalam skala yang lebih luas, tutupnya. (Ags)