Riau (Inmas)- Dalam rangka mendukung program pemerintah
sekaligus mendorong perkembangan ekonomi syariah, Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi melalui Bidang Penaiszawa meluncurkan (Iftitah) Gerakan Wakaf
Uang 1000 Sehari, Senin (15/6/2020) di Aula Lantai I Kanwil Kemenag Riau.
Peluncuran tersebut dilakukan oleh Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA didampingi Kabag TU H Erizon Efendi S Ag M Pd dan Kabid Penaiszawa HM Saman S Sos M SI, ditandai dengan memasukkan uang Rp1000 kedalam kotak wakaf yang telah disediakan yang disusul oleh Kabag, Kabid, Kasubag dan Kasi- kasi pada Kanwil Kemenag Riau.
“Alhamdulillah pada hari ini kita meluncurkan gerakan Wakaf
Uang 1.000 sehari di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau, dan berharap ini bisa dikembangkan
diseluruh jajaran ASN kita di Kabupaten/ Kota, baik di KUA, Madrasah dan Pondok
Pesantren,” ungkap Mahyudin dan menambahkan bahwa potensi wakaf uang di Riau
sangat luar biasa untuk itu perlu dikelola menjadi wakaf produktif.
“Gerakan Wakaf Uang
1000 sehari telah lama kita jadwalkan, karena kondisi Pandemi Covid-19 baru
hari ini bisa kita realisasikan. Semoga bisa terlaksana secara maksimal untuk membantu
masyarakat ekonomi lemah, baik melalui beasiswa dan bantuan lainnya,”
tambahnya.
Ditambahkan HM Saman, untuk tahap awal peluncuran Gerakan
Wakaf Uang 1000 sehari di Lingkungan Kanwil Kemeng Riau, Penaiszawa bekerjasama
dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Riau mengadakan kotak wakaf
sebanyak 10 unit yang akan ditempatkan disetiap ruangan di Kanwil Kemenag Riau.
“Terimakasih kepada Kakanwil Kemenag Riau yang telah meng
iftitah gerakan Wakaf Uang tahun 2020, sehingga bisa diterapkan dijajaran kita
mulai dari Kanwil hingga ke jajaran madrasah dan KUA. Kedepan, dengan hasil
wakaf ini kita bisa membuat suatu gerakan wakaf yang produktif yang bisa
dirasakan secara merata oleh masyarakat ekonomi lemah,” harapnya.
Saman menambahkan, gerakan Wakaf Uang 1000 sehari akan
disosialisasikan di jajaran Kemenag Riau, Kabupaten/ Kota, KUA dan Madrasah.
Diharapkan, kedepan Wakaf Uang bisa membudaya dikalangan ASN maupun masyarakat
di Riau. (mus/faj/ana/anto/eka)