0 menit baca 0 %

Kepala KUA Kecamatan Rupat Hadiri Rapat Mini Lokakarya Penanganan Stunting

Ringkasan: Rupat (Inmas)-Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rupat Masdarudin di wakili oleh Penyuluh Agama Islam Ilaludin menghadiri rapat Mini Lokakarya Tingkat Kecamatan tentang Percepatan Stunting yang di taja oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten di Kantor Camat Rupat, K...


Rupat (Inmas)-Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rupat Masdarudin di wakili oleh Penyuluh Agama Islam Ilaludin menghadiri rapat Mini Lokakarya Tingkat Kecamatan tentang Percepatan Stunting yang di taja oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten di Kantor Camat Rupat, Kamis,  01 September 2022.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Camat Rupat Aulia Army Effendy dalam pembukaannya  menjelaskan bahwa “Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya , Anak dapat tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku”.

Lebih lanjut Pejabat Fungsional Ahli Muda dinas Pendendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ibu Laili dari menjelaskan mengenai data Tingkat Stunting di Kecamatan Rupat pada tahun 2022 sebesar 21% ditargetkan agar turun menjadi 12% di tahun 2022 ini. Yang mana merupakan Program Dari Bupati Bengkalis Kasmarni.

Kemudian Teknikal Asisten Satgas Stunting Kabupaten Bengkalis Budi Santoso mengatakan “Pencegahan stunting tidak hanya pendampingan balita dan ibu hamil tetapi dimulai dari pendampingan kepada calon pengantin yaitu 3 bulan sebelum hari pernikahan. Maka dari itu beliau mengatakan untuk KUA juga akan ditingkatkan perannya dengan revitalisasi diantaranya dengan bimbingan bagi calon pengantin.” jelas Budi Santoso

Pimpinan rapat menegaskan bahwa penurunan stunting  sangat penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Beliau mengaharapkan dengan adanya kerjasama lintas sektoral ini menjadi salah satu cara pencegahan Stunting pada balita di kecamatan Rupat dari berbagai lembaga agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan canangan Presiden Republik Indonesia yang mana pada tahun 2045 nanti Indonesia harus menjadi Indonesia emas dan akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi 5 besar di dunia. Untuk mewujudkan cita-cita itu ada banyak hal yang harus dilakukan, salah satunya adalah dengan menurunkan angka stunting. Mengingat angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi maka diperlukan upaya-upaya untuk menurunkan angka stunting secara signifikan.

Hadir juga pada rapat tersebut Ketua TP PKK Kecamatan Rupat Raja Zulianna, Danramil 04 Rupat, Kepala UPT Puskesmas Batu Panjang dan Teluk Lecah, Ketua IBI Ranting dan Staf Ahli Gizi Kecamatan Rupat.