0 menit baca 0 %

Kepala MAN 1 Dumai Januarizal : MAN 1 Kota Dumai Menuju Program Madrasah Reform

Ringkasan: Dumai (Inmas) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Dumai merupakan satu satunya sekolah islam negeri yang ada di Kota Dumai, yang hingga saat ini masih eksis dan diminati oleh siswa siswi baru baik dari Kota Dumai sendiri maupun luar kota.Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Dumai semakin berbenah diri, b...

Dumai (Inmas) - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Dumai merupakan satu satunya sekolah islam negeri yang ada di Kota Dumai, yang hingga saat ini masih eksis dan diminati oleh siswa siswi baru baik dari Kota Dumai sendiri maupun luar kota.

Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Dumai semakin berbenah diri, baik dari segi ruangan kelas, fasilitas lainnya, halaman madrasah (taman, perparkiran, kantin dan lain sebagainya) serta tempat ibadah.

Semua ini berkat kerja sama Kepala Madrasah, Majelis Guru, jajaran lainnya, siswa siswi dan wali murid itu sendiri serta Komite madrasah.

Perihal pembangunan madrasah atau tambahan-tambahan lainnya sebagai fasilitas madrasah dan siswa siswi, tak lepas dari yang namanya biaya.

“Salah satu contoh seperti pembangunan masjid dilingkungan MAN 1 Kota Dumai atau pembangunan lainnya, yang menggunakan biaya, apabila ternyata kegiatan atau pembangunan yang kita rancang ternyata kekurangan biaya, maka tidak seluruhnya anggaran biaya tersebut di tanggung atau dikeluarkan dari Dana BOS saja,” ujar Kepala MAN 1 Kota Dumai Januarizal, S.Ag, M.Pd.I.

Ada pembiayaan yang tidak termasuk dalam anggaran Dana Bos atau biaya yang telah dianggarkan tidak mencukupi, maka untuk menalangi pembiayaan yang di perlukan untuk kegiatan madrasah atau pembangunan yang ada di lingkungan madrasah, disini Komite Madrasah akan mengadakan rapat rembukan dengan mengundang para wali murid.

Dalam rapat Komite Madrasah dengan mengundang para wali murid tersebut akan dibahas dan dirembukan jalan keluarnya bagaimana sebagai solusi.

“Rapat Komite Madrasah ini dengan melibatkan wali murid dan guru untuk membahas permasalahan madrasah yang dituang dalam rapat, untuk menghindari berita miring bahwa MAN 1 Kota Dumai memungut biaya atau pungli,” terang Kepala MAN 1 Kota Dumai.

Begitu juga dengan masalah biaya masuk madrasah dan biaya baju. Madrasah hanya membebani biaya pendaftaran dan baju olah raga saja yang di ambil dari madrasah, serta untuk baju seragam kami serahkan langsung kepada penjahitnya,” tutur Januarizal, S.Ag, M.Pd.I.

Dan satu lagi tegas Januarizal, S.Ag, M.Pd.I, “Bahwa dilingkungan MAN 1 Kota Dumai tidak pernah atau ada memungut biaya secara ilegal tanpa ada permusyawarahan terlebih dahulu”.

“Kami pihak madrasah beserta Komite Madrasah selalu mengadakan rapat wali murid terlebih dahulu ketika akan menarik atau memungut biaya untuk keperluan madrasah dan di bahas dalam rapat madrasah sampai mendapat persetujuan dan kata mufakat dari wali murid,” tambah Januarizal, S.Ag, M.Pd.I pada Humas saat ditemui usai kegiatan di lapangan upacara MAN 1 Kota Dumai.

Selain itu, madrasah kita juga sedang menuju program Madrasah Reform, yakni Program Madrasah Reform adalah program revolusioner reformasi madrasah yang diluncurkan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI yang disupport penuh oleh World Bank yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di seluruh Indonesia.

Launching Madrasah Reform ini mempunyai tiga agenda yaitu :

– Madrasah Reform (Realizing Education’s Promise)

– Madrasah Education Quality

– Dan Peluncuran Program Madrasah Digital Care.

Dengan dibukanya program Madrasah Reform untuk meningkatkan mutu dan kualitas siswa siswi dalam pendidikan serta lebih mendalami islam dengan religius dan pengembangan EMIS (Education Management and Information System) ujar Drs. H. Ismail Abas, MA selaku Ketua Pokjawas Kantor Kemenag Kota Dumai disela bincangnya.

“Kami dari pihak madrasah juga mohon suport dan dukungan kepada masyarakat dan wali murid untuk program madrasah reform, agar MAN 1 Kota Dumai dapat mengikuti dan melaksanakan serta berjalan dengan baik dan lancar juga sukses,” tutur Drs. H. Ismail Abas, MA mengakhiri bincangnya. (Arief)