Indragiri Hulu, (Inmas). Kesehatan jiwa anak dan remaja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan anak dan remaja di sekolah/madrasah, serta penentu masa depan mereka di masyarakat. Anak dan remaja menghabiskan hampir sebagian besar waktu mereka di sekolah/madrasah. Hal ini menempatkan sekolah/madrasah menjadi tempat yang penting untuk melakukan deteksi dan intervensi dini persoalan atau kesulitan emosi dan perilaku yang mungkin dihadapi peserta didik.
Dalam rangka upaya untuk melakukan deteksi dini dan intervensi dini persoalan atau kesulitan emosi serta perilaku anak dan remaja maka dilaksanakan Skrining Kesehatan terhadap anak usia sekolah dan remaja.
Jum’at 1 September 2023, Kepala MIN 1 Inhu Yeni Suryani Samaun, M.Pd dampingi peerta didik jalani kegiatan Skrining Kesehatan (Termasuk Masalah Kesehatan Jiwa) Pada Anak Usia Sekolah dan Remaja oleh Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Sipayung, Kecamatan Rengat terhadap peserta didik kelas 5 & 6.
Pelayanan Kesehatan Jiwa di sekolah adalah upaya peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), tatalaksana (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan terhadap peserta didik, meliputi:
Peningkatan kesehatan jiwa (promotif) dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan masalah emosi, perilaku dan latihan keterampilan. Pencegahan (preventif) dilaksankan melalui deteksi dini kepada seluruh peserta didik dengan menggunakan kuesioner SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire). Tatalaksana (kuratif) dan pemulihan dilakukan melalui : Intervensi dini berupa psikoedukasi dan konseling oleh guru dan teman sebaya, pembinaan dan konseling kepada keluarga agar ikut berperan aktif dalam memberikan bimbingan, meningkatkan kemampuan anak didik serta meningkatkan kesehatan jiwanya. Bila permasalahan tidak dapat ditangani di sekolah/madrasah dapat dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit dengan membawa buku rujukan khusus, demikian disampaikan salah seorang anggota Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Sipayung.(tulang)