Indragiri Hulu, (Inmas). Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan madrasah, Proyek Realizing Education’s Promise: Support to Indonesia’s Ministry of Religious Affairs for Improved Quality of Education (Madrasah Education Quality Reform) REP-MEQR Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia melaksanakan Rekrutmen Instruktur Visitasi Tindak Lanjut Hasil AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia) Tahun Anggaran 2023 untuk penyelenggaraan perbaikan pembelajaran dalam penguatan kompetensi literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya sebagai tindak lanjut pelaksanaan AKMI dan diseminasi hasil AKMI tahun 2023.
Menindaklanjuti surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor : 1273/PMU.MEQR/HM/IX/2023, Tanggal: 22 September 2023, Hal : Undangan Peserta, maka Kepala MTs N 1 INHU, Hendri Donal, S.Pd., M.SI selaku Calon Instruktur Visitasi mengikuti kegiatan Lokakarya Tindak Lanjut Hasil AKMI tingkat Provinsi (Instruktur Visiyasi) Zona 3 pada Kamis-Ahad, 28 September s.d 01 Oktober 2023, tempat: Redtop Hotel & Convention Center, Jl. Pacenongan, Kec. Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI.Jakarta.
Tujuan kegiatan yakni: 1.Membekali calon instruktur visitasi dengan keterampilan dan kemampuan sebagai calon instruktur visitasi; 2.Memilih calon instruktur visitasi yang siap dengan komitmen, keterampilan dan kemampuan yang sesuai.
Output yang diharapkan:1. Terlaksananya pembekalan calon instruktur visitasi dengan keterampilan dan kemampuan sebagai calon instruktur visitasi; 2. Terpilihnya calon instruktur visitasi yang siap dengan komitmen, keterampilan dan kemampuan yang sesuai. Peserta sebanyak 176 orang dengan narasumber sebanyak 14 orang.
AKMI adalah evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengukur kompetensi mendasar terhadap seluruh murid madrasah mulai dari jenjang MI, MTs dan MA. AKMI yang dilakukan pada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter. Hasil asesmen dapat digunakan oleh guru dan madrasah untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran.(tulang)