0 menit baca 0 %

Kepala MTSN 3 Pekanbaru sebagai Kepala Madrasah Inovator Pembelajaran Berdiferensiasi

Ringkasan: Bertempat di Hotel Asnof Pekanbaru, Rabu (8/11) Kepala MTSN 3 Pekanbaru, Sukeimi, M.Pd mengikuti kegiatan Refleksi Proyek Fasda Perubahan dan Kepala Sekolah Inovator yang ditaja oleh Tanoto Foundation. Tanoto Foundation merupakan sebuah lembaga filantropi peduli pendidikan yang menjadi  mitra madra...

Bertempat di Hotel Asnof Pekanbaru, Rabu (8/11) Kepala MTSN 3 Pekanbaru, Sukeimi, M.Pd mengikuti kegiatan Refleksi Proyek Fasda Perubahan dan Kepala Sekolah Inovator yang ditaja oleh Tanoto Foundation. Tanoto Foundation merupakan sebuah lembaga filantropi peduli pendidikan yang menjadi  mitra madrasah dan sekolah untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas. 

Dalam kesempatan ini, Sukeimi menjadi salah satu Panelis Kepala Madrasah Inovator Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah bersama 4 kepala sekolah lainnya dari Kabupaten Kampar, Siak, Dumai, dan Bengkalis. Sebagai madrasah mitra, MTSN 3 telah mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di madrasah di Tahun Pelajaran 2023/2024 ini.

Sukeimi menjelaskan bahwa pembelajaran berdiferensiasi di MTSN 3 Pekanbaru dilaksanakan dengan pembentukan tim khusus yang mendampingi guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Proses pendampingan ini mendapat respon positif dari guru-guru dan siswa. Siswa madrasah menanggapi positif proses asesmen pra, proses dan pascapembelajaran 

Meski demikian, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi tidak selalu berjalan mulus. Tetap ada kendala yang dihadapi para guru dalam proses pelaksanaannya. Kendala tersebut   antara lain banyaknya aktivitas guru di madrasah, dimana selain mengajar, guru juga memiliki tugas tambahan, apakah sebagai wakil kepala, wali kelas dan pembina ekstrakurikuler. 

Kendala lain adalah pada proses dan hasil asesmen. Guru butuh waktu yang lebih lama untuk dapat mengolah dan membuat modul pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen awal untuk menciptakan pembelajaran berdiferensiasi.

"Tentunya guru harus lebih memaksimalkan dan efisiensi waktu pelaksanaan asesmen dan pembimbingan dan pendampingan pembelajaran berdiferensiasi di madrasah, baik dari unsur pengawas pembina, Seksi pendidikan madrasah Kemenag Kota Pekanbaru, Loka Diklat Pekanbaru dan Tanoto Foundation sebagai lembaga filantropi peduli pendidikan", jelasnya. Meski ada kendala, MTSN 3 Pekanbaru tetap berupaya maksimal melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di tahun pertama ini.